18 April 2008

Cerita Panas Permainan Sex Harian Kami  

1 komentar

Di pagi buta ini terdengar suara ayam berkotek, entah jam berapa saat ini. Tapi yg jelas saya dan istri sudah bagun dan sedang menikmati sex yg begitu asik dan menggairahkan. Wajahnya yg cantik tanpa makeup itu begitu merangsang saya. Kepalanya yg dengan refleks menggeleng-geleng disertai rintihannya terlihat jelas oleh saya. Dia begitu menikmatinya dalam posisi di atas saya.

Sudah cukup lama umur perkawinan kami, tapi entah bagaimana kenikmatan ini tidak pernah surut bahkan semakin tinggi. Gerakan-gerakan tubuhnya, payudaranya, membuat saya begitu terangsang, ditambah dengan rangsangan vaginanya yg begitu pintar membuat saya harus sekuat tenaga menahannya agar tidak segera mencapai ejakulasi.

Saya mengenal beberapa wanita yg begitu sexy bahkan wajahnya yg begitu cantik bagaikan model, dan telah merasakan permainan sexnya, tapi semuanya tidak dapat sepuas ketika dengan istri.

Demikian juga istri, walaupun dia pernah beberapa kali melakukan hubungan sex dengan pria yg menurut dia hebat dalam "teknik" nya, tapi selalu dia mengatakan kepada saya bahwa tetap masih nikmat dengan saya, dan ini bukan basa-basinya dia. Bahkan dia "mencuri" teknik itu dan memaparkan ke saya. Dia menyukai sex saya karena saya selalu mengerti apa yg dia inginkan saat itu.

Sejak kami mulai bermain sex di pagi buta ini, saya katakan ke dia supaya berhenti saat saat dia akan mencapai klimaks, dan saya juga akan berhenti sebelum mencapai klimaks.

Kami senang dan menikmati "game" seperti ini. Berhenti ketika nafsu memuncak dan mendadak kita hentikan. Hati terasa begitu kesal bercampur penasaran dan terasa seakan tensi nafsu kami tidak turun-turun karena tidak finish. Perasaan seperti ini terus kami bawa ke kantor masing-masing dan ditahan sampai malam. Malam harinya kami dapat bermain sex lebih significan dari pagi harinya, bagaikan api dalam sekam, ketika meledak akan hebat sekali.

Pagi ini badannya terasa lebih panas dari biasanya, terasa selangkangannya yang sudah basah dengan cairan bening yang keluar dari dalam vaginanya begitu hangat dan penis terasa panas sekali setiap membenam di dalam vaginanya. Gerakan pinggulnya yang begitu agresif sehingga harus saya tahan sedikit dengan mencengram pinggulnya dengan kedua tangan. Saya juga sudah tidak dapat menahan lebih lama lagi sepertinya. Dia merintih semakin keras dan kedua tangannya meremas-remas payudaranya. Sampai akhirnya dengan suara terputus putus dia mengatakan sudah tidak tahan lagi.....

Segera penis saya keluarkan dari vaginanya, setelah itu dia merintih agak keras seakan begitu kesal dan menyayangkan apa yg saya lakukan, begitu penasaran sehingga dia merebahkan badannya di atas saya dan penis dia jepit diantara kedua payudaranya dan terus di gesek-gesekkan ke dadanya.

Tidak lama setelah itu segera saya merubah posisi sehingga berada di atas dia dan terus memeluk dia. Detak jantungnya terasa masih begitu cepat dan nafasnya masih terputus-putus. Tanpa dia sadari, dia minta penis saya dimasukkan kembali ke dalam dia, terasa penis sudah di genggam dan sedikit demi sedikit dia tarik menuju mulut vagina. Tapi segera saya tahan.

Hawa nafsu yg masih begitu tinggi mempengaruhi cara dia berpakaian pagi ini. Dia mengenakan atasan dari bahan kaos dengan resleting di dada yg begitu pas di badan dia, dan resleting sengaja dia turunkan sampai habis sehingga belahan payudaranya begitu terlihat sampai dalam bila mengintip dari posisi atas. BH nya berwarna putih dan tipis sekali, terlihat kedua putingnya mengecap di bajunya. Roknya tidak terlalu mini tapi cukup terlihat sexy disekitar belahannya di bagian depan.

Saya pun pagi ini hati begitu panas rasanya dan penis begitu sensitif sehingga cepat bereaksi hanya karena sedikit tersentuh dari atas celana. Dalam perjalanan menuju kantor dia sengaja duduk dengan posisi pahanya begitu kelihatan dari saya dan memberi kesempatan tangan saya dapat dengan mudah menyelinap ke balik roknya....

Saya sampai di kantor agak terlalu pagi sehingga saya tawarkan istri untuk minum teh dan sedikit breakfast ringan di coffe shop di basement. Di coffe shop suasana masih agak sepi dan sebagian besar adalah karyawan pria. Ketika kami masuk, banyak pria yg memperhatikan kami, khususnya istri saya ini. Tapi seperti biasanya, dia tidak terlalu menghiraukan itu semua. Sambil minum teh, kami berbincang-bincang berbagai hal, tapi pada umumnya cerita ringan dan terkadang cerita tentang kencan kami berdua, tentu dengan berbagai bahasa sandi dan isyarat agar tidak terdengar orang lain.

Siang hari sempat saya berbicara dengan istri melalui telphone. Dia sempat bicara soal chating di kantornya dengan beberapa orang yg telah melihat home page kami. Dia juga cerita bahwa akhir-akhir ini banyak menerima email dari para pengunjung home page kami. Kalau di dengar, banyak yg menarik ceritanya.

Sore hari seperti biasanya, dari kantor mobil menjemput istri. Ketika sampai ke gedung kantor istri, dia sudah menunggu di loby. Setelah masuk ke mobil, dia mencium saya dan tercium wangi parfumnya yg begitu merangsang. Belahan dadanya yg terlihat dari samping dan dekat itu membuat hati tidak sabar lagi untuk meneruskan permainan di pagi hari tadi. Kondisi jalanan yg begitu padat sehingga sampai di rumah agak terlambat. Kami turun dari mobil dan membiarkan tas kerja saya di dalam mobil dan terus kami menuju kamar.

Baru saja saya menutup pintu dan mengunci kamar, istri sudah berada di belakang saya dan memegang salah satu bahu saya untuk segera saya berbalik ke dia. Bibirnya yg masih berlipstik dan lipsgloss segera saya cium, dan dia segera menyambut dengan lidahnya yg segera masuk ke mulut saya. Tangan saya pun sudah tidak sabar lagi segera menyelinap ke dalam BH nya yg sudah sejak tadi pagi terlihat belahannya yg merangsang saya itu. Terasa putingnya yang sudah mengeras itu semakin kenyel, tapi posisinya agak susah untuk segera saya cium dan di kulum. Sementara itu dia melepas sendiri celana dalamnya dengan membuka simpul ikatan celana dalam dis salah satu pinggulnya. Celana dalam pun segera terjatuh ke bawah.
Perlahan lahan dia saya tuntun mendekat ke meja riasnya yg tidak jauh dari pintu masuk. Kemudian dia saya angkat sedikit dan di dudukkan di tepi meja rias. Saya segera melepas ciumannya dan segera menuju bagian bawahnya. Dia sudah duduk dengan posisi membuka kaki cukup lebar. Sementara itu saya mulai menciumi pahanya dari arah bawah dan terus menuju selangkangannya. Ketika sudah mulai mendekat ke selangkangannya, terlihat cairan beningnya yg keluar dari dalam vagina berkilauan karena sinar lampu kamar. Jumlahnya sudah begitu banyak hingga membasahi meja riasnya. Seperti sudah tidak sabar lagi, dia segera memegang kepala saya dan segera menarik dan membenamkan ke selangkangannya. Dan sayapun mulai menjilat mulut vaginanya dan memainkan klitoris nya.

Cairan bening yg sedikit kental dan asin itu terus keluar semakin banyak dan sayapun terus menelannya. Setiap lidah saya masukkan kedalam vaginanya, dia pun merintih dengan menyebut-nyebut nama saya. Bagian klitoris nya juga membuat saya tertarik untuk memainkannya karena dia memasang "ring" disana. Dia buat lubang ring ini ketika kami baru menikah beberapa tahun. Kami sehabis menonton BF diama di situ pemerannya memakai ring. Saya katakan bahwa sexy juga kalau ada ring di situ.

Dia tersenyum saja, tapi beberapa hari kemudian dia membuat surprise, ketika kami memulai melakukan sex dan saat saya akan menjilat mulut vaginanya, lidah tersentuh benda asing, karena gelap tidak begitu terlihat, tapi setelah lidah menjilat dan "meraba" sekitar klitoris, baru saya sadar itu adalah ring.

Sementara saya asik dengan menjilat mulut vaginanya, dia membuka bajunya dan di lemparkan ke lantai, begitu juga BH nya. Tidak lama kemudian dia mulai menarik kepala saya, dan segera kepala menjauh dari selangkangannya dan bergerak menuju payudaranya yg sudah tidak tertutup sehelai benangpun.

Putingnya terasa kenyal dan mengeras. Dengan sedikit gigitan yg ringan saya tarik dan kemudian kembali saya masukkan kembali ke dalam mulut. Dengan memakai ujung lidah puting dang sekitarnya terus saya permainkan. Sementara itu dia sibuk membuka resleting celana saya dan terus di turunkannya bersama celana dalam saya. Kemudian dia melepas dasi dan kancing kemeja saya dan dibiarkan kemeja tetap melekat di badan dengan dada terbuka.

Kemudian saya kembali menegakkan badan dan muka istri mulai mendekat ke dada saya. Dia mulai mengecup berbaga itempat di sekitar dada saya, kemudian dia membalas dengan memulai menjilati puting saya kiri dan kanan dan kemudian mengulumnya dengan begitu nafsunya. Sayapun mulai merapatkan diri ke dia yg sedang duduk di ujung meja dengan posisi kedua kaki dibuka lebar siap menerima saya. Walaupun sudah begitu merapat, penis saya biarkan dahulu di luar, di sekitar selangkangan dan mulut vagina dia.

Istri masih begitu asik menciumi puting dan dada saya, akhirnya tidak sabar juga dia, dengan suara yg begitu merangsang dia meminta supaya saya segera memasukkan penis ke vaginanya yg sudah banjir dari tadi itu. Saya minta dia saja yg memasukkannya sendiri, dan dia kemudian berusaha memasukkan penis saya ke dia dengan menggenggam penis dan diarahkan ke lubang vagina dengan sedikit menarik ke dia. Saya pun segera menyesuaikan diri dan membantunya untuk memasukkan penis.

Saya membantunya dengan perlahan lahan mendorong penis terus masuk ke dalam vaginanya. Seperti sedang menerima sesuatu yg sejak tadi ditunggu tunggu, dia merintih begitu menafsukan. Selanjutnya saya mulai menggerakkan pinggul perlahan lahan sehingga penis kelur masuk vaginanya dengan berirama. Dia pun kemudian memeluk saya dan bibirnya yg tidak henti hentinya merintih melekat di kuping saya. Untuk beberapa saat kami terus bermain cinta dengan posisi demikian.

Tiba tiba wireless phone yg ada di meja rias berdering. Saya sempat terhentak sesaat dan berhenti bergerak, tapi kemudian saya meneruskan gerakan saya dan tidak peduli dengan suara dering telephone itu. Tapi istri mengangkatnya, dengan nafas yg terputus putus dan suara yg terbata bata dia menjawab telephone itu. Ternyata itu telephone dari temannya, tapi kelanjutannya dia tidak segera menutup telephone itu, tapi sempat berbicara dengan suara tidak normal.

Saya lupa dia berbicara seperti apa, tapi saya ingat dia seperti memberi kode atau beberapa kata yg menandakan dia sedang melakukan hubungan sex dengan saya. Bahkan dia sempat mengeluarkan suara agak keras ketika saya mempercepat gerakan pinggul saya dan menekan penis sampai terasa terbentur ke ujung yg paling dalam vaginanya. Setelah itu dia meletakkan kembali wireless phone di atas meja rias. Belakangan saya tahu setelah selesai bahwa telephone itu tidak dia putus, sehingga temannya itu mendengar suara permainan kami sampai selesai.

Setelah cukup lama kami bercinta di meja rias, selanjutnya dia saya angkat menuju tempat tidur. Kemudian kami meneruskan permainan sexnya. Sempat kami kami melakukan dengan posisi saya memasukinya dari arah belakang dia. Tapi saya tidak dapat bertahan begitu lama dalam posisi demikian dengan dia. Penis begitu terangsang menyentuh salah satu dinding vaginanya dan jika di teruskan saya akan segera mencapai klimaks. Memang mengherankan, dengan wanita lain saya dapat menikmati posisi ini cukup lama, tapi dengan istri tidak bisa. Terasa penis di dalam vaginanya begitu tak berdaya. Padahal saya tahu posisi dari arah belakang ini salah satu posisi yg dia senangi. Dia beberapa kali cerita kepada saya ketika dia bermain sex dengan pria lain, ada yg dapat bertahan cukup lama dengan posisi dari belakang ini, sehingga dia begitu menikmati hal itu.

Permainan sex kami berakhir dengan posisi normal dan kami berdua mencampai klimaks dengan perbedaan beberapa detik saja. Setelah saya mencapai klimaks, kemudian dia menyusul. Terasa beberapa kali penis menyentak nyentak mengeluarkan cairan putih susu yg kental dan panas itu di dalam vagina istri.
Begitu bergairahnya sex kami, sehingga setelah selesai pun kami terdiam begitu saja karena letihnya dan sempat tertidur sejenak, ketika bangun sadar penis sudah keluar dari vagina dengan sendirinya karena menyusut. Terlihat cukup banyak cairan putih kental saya yg keluar kembali dari dalam vagina dan mengalir di selangkangannya.

What next?

You can also bookmark this post using your favorite bookmarking service:

Related Posts by Categories