2 Mei 2008

Cerita Panas Pengalaman Sensasional  

1 komentar

CERITA PANAS INDONESIA. Satu lagi pengalamanku yang kutuangkan dalam tulisan, mungkin ini adalah kejadian yang umum, tetapi bagiku.. Ini adalah pengalaman yang sensasional dan terjadi pada masa sekarang. Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.. Sengaja nama pelaku aku samarkan, kecuali namaku.

Dalam posisiku sebagai sekretaris sekarang ini, maka hubungan dengan relasi tidak bisa aku hindari.. Tugas entertaint selalu diberikan kepadaku, mungkin bos ku tahu benar bagaimana memanfaatkan kecantikanku didalam menghadapi klien atau relasinya, hingga akhirnya aku berkenalan.. Sebut saja namanya Mas Andy.. Seorang eksekutif muda.. Usianya kira-kira 30 tahun, tinggi 175 cm dengan bentuk tubuh proposional. Mas Andy ini sudah berkeluarga dan punya 2 putra, dalam sehari bisa 3-4 kali Mas Andy menghubungiku via telepon..

Dari membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan bisnis sampai ke permasalahan rumah tangganya.. Hingga akhirnya aku mendengarkan pengakuan dari Mas Andy, ternyata dia seorang bisexual.. Gila..? Memang gila.. Tetapi aku malah antusias mendengarkan ceritanya, dan menurut pengakuannya.. Sekarang ini dia juga jalan dengan salah satu karyawannya.. Dan mereka telah jalan 1 tahun lamanya tanpa sepengetahuan siapa-apa.. Kecuali aku..

Sejak pengakuannya itu.. Mas Andy sering menelponku.. Dan apabila pembicaraan sudah menyinggung hubungan dengan karyawannya itu.. Aku tidak sungkan untuk mengodanya, kata.. Wah.. Asyik nih main pedang.. Atau gimana sih Mas ML nya.. Candaku selalu dijawab dengan tertawa saja oleh Mas Andy.

Hari itu adalah hari jumat, dan seperti biasa Mas Andy kembali menghubungiku via telepon.

"Hallo.. Selamat sore Nia" serunya.
"Oh.. Mas Andy.. Selamat sore juga Mas" sahutku.
"Apa nih acaranya nanti malam?"
"Wah.. enggak ada acara nih Mas"
"Gimana kalau nanti malam kita jalan.. Nanti kukenalkan temanku" seru Mas Andy lagi.

Aku tahu yang dimaksud "temannya" itu adalah teman jalannya, dan memang akupun penasaran seperti apasih teman Mas Andy itu.

"Boleh aja Mas" jawabku.
"Oke.. Nanti aku jemput jam 8 malam yaa" serunya lagi.

Jam 19.30 aku sudah berdandan rapih, aku memakai t'shirt dan jeans ketat, dibalik itu aku memakai bra dan g-string berwarna pink.. Warna favoritku, rambut hitamku yang panjang kubiarkan terurai kebelakang, dan benar.. Tepat jam 20.00 Mas Andy datang menjemputku, aku pun langsung masuk ke dalam mobilnya dan duduk di depan.

"Wah.. Malam ini kamu cantik sekali Nia" puji Mas Andy, aku hanya tersenyum saja, lalu.
"Nia.. Kenalkan temanku" seru Mas Andy.

Ternyata dibangku belakang duduk seorang laki-laki, aku pun menoleh sembari mengulurkan tanganku.

"Nia.. "sahutku,
"Joni.." sahut pria itu sembari menjabat tanganku.

Mhmm.. Ternyata yang namanya Joni ini macho juga.. pikirku. Selama perjalanan kami banyak ngobrol, dan dari pembicaraannya aku tahu kalau usia Joni ini sepantaran dengan aku yaitu 24 tahun, dan dia berasal dari daerah.. Dikota ini dia mengontrak rumah dan tinggal sendirian.

Malam itu kami habiskan dengan duduk-duduk dan ngobrol di sebuah cafe.. Dan aku merasa geli juga melihat tingkah laku Mas Andy dan Joni.. kadang-kadang dalam tawa canda mereka.. Suka saling pandang dan sekali-kali saling berpegangan tangan layaknya seperti dua orang kekasih.. Apalagi sedari tadi tidak henti-hentinya mereka berdua memesan draft beer.. Minuman ringan kata mereka.. Sementara aku hanya memesan long island.. Minuman ringan juga.. menurutku?

Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 ketika kami keluar dari cafe itu, tampak sekali Mas Andy dan Joni sudah mulai dipengaruhi alkohol, sedangkan aku.. kepalaku mulai rada-rada pusing.. Karena pengaruh alkohol juga. Dari situ kita pergi ketempat Joni.. Jelas maksud Mas Andy adalah mendrop Joni terlebih dahulu, tetapi ternyata kamipun mampir ditempat Joni.. Dan aku menurut saja ketika disuruh turun.. Masuk ke dalam rumah Joni, akupun duduk diruang tamu.. Sementara Mas Andy dan Joni masuk ke dalam.. Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan didalam..

Tetapi menunggu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan.. Apalagi pengaruh alkohol sudah memenuhi kepalaku, aku pun berjalan ke dalam.. Menuju kesebuah kamar yang tidak tertutup.. Tampak cahaya lampu terang dari dalam kamar itu, ketika aku melihat ke dalam.. Terkejutlah aku.. Tampak Mas Andy dan Joni sedang.. berdiri ditengah kamar.. Dan berciuman.. Hah! Mas Andy hanya mengenakan jelana jeansnya.. Sementara kaosnya sudah entah kemana.. Dan Joni dia hanya memakai celana kolor saja..

Aku hanya berdiri bengong diambang pintu.. Melihat adegan itu.. Tampak mereka sangat ganas sekali berciuman.. Joni lebih sedikit agresif.. Dia berusaha melepas celana jeans Mas Andy hingga akhirnya terlepas lalu celana kolor Mas Andy pun dilepasnya.. Maka tampaklah batang kemaluan Mas Andy yang.. Besar dan tegang itu.. Ohh, segera Joni mencekal batang kemaluan Mas Andy itu lalu dikocok-kocoknya dengan tangan kanannya.. Setelah itu Jonipun berjongkok dihadapan Mas Andy.. Dan.. Astagaa..

Dengan ganas Joni mengisap batang kemaluan Mas Andy itu.. Woowww.. Sungguh indah sekali pemandangan di depanku itu.. Tampak batang kemaluan Mas Andy langsung dihisap oleh Joni.. Dijilat-jilat kepalanya terus dihisap lagi.. Joni mengerakkan kepalanya maju mundur sehingga tampak batang kemaluan Mas Andy keluar masuk mulut Joni.. Melihat itu semua membuat pikiranku jadi kacau.. Tetapi aku tidak mau berkedip sekalipun melihat itu..

Tiba-tiba Mas Andy menoleh kepadaku.. Dan tersenyum..

"Nia.. Jangan bengong aja.. Ayo masuk kesini" serunya.

Aku sempat terkejut.. Tetapi akupun berhasil menguasai diriku.. Lalu aku membalas senyum Mas Andy itu.. Dan.. Aku melangkah masuk ke dalam.. Duduk ditepian ranjang, dan memperhatikan adegan itu tanpa berkedip.. Maklum.. Aku suka banget melihatnya, kemudian Mas Andy menyuruh Joni duduk disampingku.. Dan dia berlutut dilantai diantara kedua kaki Joni.. Ditariknya celana kolor Joni itu hingga terlepas.. Tampak olehku batang kemaluan Joni.. yang berdiri tegak itu.. Tidak terlalu besar jika dibanding milik Mas Andy.. Tapi mengairahkan juga.. Oohh..

Dengan rakus Mas Andy langung memasukkan batang kemaluan Joni ke dalam mulutnya.. Dijilatinya.. Dari kepala sampai kebiji pelirnya.. Ohh indahnya.. Diam-diam akupun terangsang hebat.. Sementara Joni hanya mengelinjang keenakan dengan mata setengah terpejam.. Lalu Mas Andy mengangkat kedua paha Joni dan ditekuknya ke atas.. Lalu dia menjilati bagian bawah biji pelir Joni.. Tampak tubuh Joni tersentak-sentak keenakan.. Gilaa.. Aku hanya duduk menonton adegan itu.. Sungguh mengairahkan..

"Hayoo.. Nia.. Ikutan" seru Mas Andy.

Aku hanya tersenyum saja.. Tapi gairahku.. Ohh.. Aku sudah tidak tahan lagi, akhirnya akupun mendekatkan kepalaku ke batang kemaluan Joni itu.. Tercium aroma khas.. Penis laki-laki, kemudian kujuiurkan lidahku menjilati batang kemaluan Joni.. Aaahh.. Nikmatnya.. Kukulum batang kemaluan Joni hingga.

"Aahh.. Nggkk.. Uuhh.." terdengar erangan Joni..

Rupanya hal itu membuat Mas Andy kepingin batang kemaluannya dioral olehku, lalu dia berlutut ditepi ranjang dan menyodorkan batang kemaluannya hingga menyentuh pipiku.. Gilaa.. Aku tidak mau menyia-nyiakan itu.. Segera kukulum kepala batang kemaluan Mas Andy..

"Iyaa.. Iyaa.. Oohh" terdengar desisan Mas Andy..

Kukulum dan kujilati kedua batang kemaluan itu secara bergantian, dari sudut mataku.. Aku melihat Mas Andy memperhatikan perbuatanku itu demikian juga Joni.

Lama kuoral kedua batang kemaluan mereka, kemudian Joni merubah posisinya.. Ia menungging ditepian ranjang.. Sementara Mas Andy mengambil sesuatu dari atas meja.. Akupun sadar apa yang akan mereka lakukan, rupanya permainan akan segera dimulai.. pikirku, tampak Mas Andy mengolesi batang kemaluannya dengan cream yang ia tuangkan dari botol, dan aku pun segera beraksi.. Kujilati anus Joni yang ditumbuhi bulu-bulu.. itu.. Terasa beberapa kali tubuh Joni tersentak-sentak karena nikmat.. Kucolok-colok ujung lidahku ke dalam..

"Aaahkk.. Ooh.. Nggkk.."

Joni mengerang keenakan.. Lalu Mas Andy menyerahkan botol cream itu padaku.. Kutuang isinya ketelapak tanganku.. Lalu kuolesi ke sekitar anus Joni.. Sembari sekali-kali kususupkan telunjukku ke dalam lobang pantat Joni itu.. Setelah itu Mas Andy berdiri dibelakang bokong Joni dan segera mengarahkan batang kemaluannya ke lobang pantat Joni.. Akupun tidak tinggal diam.. Kubuka belahan pantat Joni.. Hingga tampak lobang anus Joni merekah.. Dan.. Bless.. Perlahan tapi pasti.. Batang kemaluan Mas Andy masuk ke dalam..

"oohh.. Nggkk.. Aahh" erang Joni..

Setelah itu tampak gerakan erotis pinggul Mas Andy maju-mundur.. Akupun turun dari ranjang sembari memperhatikan adegan itu.. Ohh.. Sangat.. Sangat sensasional.. Dan tanpa sepengetahuan mereka.. Aku mulai melepas pakaianku.. Hingga telanjang bulat..

Kemudian kupeluk tubuh Mas Andy dari belakang sehingga kedua buah dadaku menyentuh punggungnya.. Dan kedua tanganku pun melingkar di dadanya.. Kutempelkan perutku dan pinggulku ke tubuh bagian belakang Mas Andy..

"Aahh.. Nggkk.. " terdengar desisan Mas Andy..

Dalam posisi demikian.. Pinggulku pun kugerak-gerakan maju mundur mengikuti gerakan Mas Andy.. Aahh.. nikmatnya, kuciumi tengkuk Mas Andy dari belakang.. Aku benar-benar lost kontrol.. Rupanya Mas Andy tahu.. kegelisahanku.. Iapun mengulurkan tangan kanannya kebelakang dan langsung meraba kemaluanku.. Kurenggangkan pahaku agar tangan Mas Andy leluasa meraba-raba kemaluanku.. Aaahh.. Ohh.. Aku merintih.. Nikmat ketika jari-jari Mas Andy menyodok-nyodok liang kemaluanku.. Akupun segera mendekap semakin erat tubuh Mas Andy dari belakang dengan tetap mengikuti irama pergerakan pinggulnya.

"Kamu mau Nia.." bisik Mas Andy.
"Ooh.. Iya.. Mas.. Iya" sahutku.
"Naik deh ke atas ranjang" serunya lagi.

Akupun segera naik ke atas ranjang, dan menungging ditepian ranjang disamping Joni.. menanti dengan pasrah.. Lalu

"Mau dimasukin kemana Nia..?" tanya Mas Andy.
"Terserah mass" sahutku pelan.

Ternyata Mas Andy memilih kemaluanku..

"Aah.. Oohh.. Aaghhkk" rintihku ketika terasa batang kemaluan Mas Andy yang masih berlumuran cream masuk ke dalam liang vaginaku.. Aku benar-benar merasakan nikmat.. Lalu Joni yang masih menungging disampingku menoleh padaku.. Akupun menoleh padanya lalu ia menjulurkan lidahnya.. Akupun segera menjilati lidah Joni dengan lidahku, akhirnya bibir kami bertautan.. Oohh.. Nikmatnya..

Setelah agak lama.. Akhirnya kami ganti posisi.. Joni terlentang diatas ranjang dan aku naik ke atas tubuhnya.. Perlahan-lahan aku memasukan batang kemaluan Joni ke dalam liang vaginaku.. Oohh.. Aaahh.. Nikmatnya.. Setelah itu aku menekuk kedua lututku kedepan sehingga dari belakang Mas Andy bebas memasukan batang kemaluannya ke dalam lobang pantatku..

Nggkk.. Aaahh.. Terasa seret.. Tapi peralahan-lahan.. Amblas juga seluruh batang kemaluan Mas Andy ke dalam lobang pantatku.. Gillaa.. Gilaa.. Nikmat.. Sekali.. Ohh.. Susah aku menuliskan apa yang aku rasakan tetapi.. Sungguh sensasi sekali.. Apalagi Joni.. Dia tidak tinggal diam.. Dengan rakusnya Joni mengisap-isap kedua puting payudaraku bergantian.. Oohh.. Sungguh.. Saat itu aku tidak mau permainan kami berakhir.. Dan walaupun aku sudah dua kali klimaks tetapi.. Aku tidak mau.. Permainan ini berakhir..

Akupun segera mengambil inisiatif. Aku minta agar posisi diubah.. Mas Andy terlentang diatas ranjang.. Sementara aku terlentang diatas tubuh Mas Andy, dan tetap batang kemaluan Mas Andy didalam anusku.. Dan Joni.. Telungkup diatas tubuhku dengan batang kemaluannya tertancap didalam vaginaku.. Oohh.. Nikmaatt..

Setiap gerakan yang mereka lakukan membuat tubuhku mengejang-ngejang menahan nikmat, apalagi tangan Mas Andy tak henti-hentinya meremas-remas payudaraku.. Ooh.. Aahh.. Ruaarr biassaa..

Lalu aku menekuk kedua lututku ke atas dan kedua kakiku segera merangkul pinggang Joni.. Nikmat sekali.. Apalagi Joni juga aktif menciumi bibirku, leherku dan seluruh wajahku dijilatinya, aku hanya bisa memejamkan mataku.. Menikmati kenikmatan yang tiada taranya ini, perlahan tapi pasti.. Joni mulai mempercepat gerakkannya, sementara pinggul Mas Andypun tidak mau diam, dia menghentak-hentakkan pinggulnya ke atas sehingga batang kemaluannya keluar masuk lobang pantatku. Ooohh.. Enak sekali, hingga akhirnya.

"Aaggkk.. Aku.. Mau keluar.. Aku mau keluar" erang Joni.
"Saya juga.. Oohh.. Aaakk.." erang Mas Andy juga.

Gilaa.. Aku tidak mau.. Tidak mau permainan ini berakhir, aku pun menjadi egois sekali..

"Jangan.. Jangan dulu Mas.. Nanti aja.. Ohh" seruku dengan nafas memburu.
"Kenapa.. Nia.. Nggkk.. Kamu belum puas..?" bisik Mas Andy.
"Jangan dulu.. Mas.. Biar kuminum sperma kalian.." seruku.

Gilaa.. Akupun tidak sadar mengucapkan kata-kata itu.. Tapi jujur.. Aku kepingin sekali.. Karena belum 100% puas jika belum menelan sperma mereka.

Lalu akupun duduk ditepi ranjang sementara mereka berdua berdiri dengan masing-masing batang kemaluan mengarah ke bibirku.. Kukocok-kocok batang kemaluan mereka dengan kedua tanganku.. Sementara lidahku menjilati kesana-kemari.. Kuisap dan kukulum kedua batang kemaluan itu secara bergantian dan..

"Aaaggkk.. Nggkk.. Aarrgghhkk.." tiba-tiba terdengar suara erangan Mas Andy.

Aku segera membuka mulutku dan.. Crott.. Croott.. Keluarlah sperma Mas Andy yang segera masuk ke dalam mulutku.. Nikmatt.. Sekali.. Dan kujulurkan lidahku menjilati lobang kencing Mas Andy.. Aku tidak mau kehilangan setetespun sperma Mas Andy itu.

Beberapa detik kemudian Joni.. Dia mengerang panjang juga.. Walau mulutku masih penuh sperma Mas Andy.. Akupun siap menerima muncratan sperma Joni.. Kumasukan kepala batang kemaluan Joni itu ke dalam mulutku, dan.. Crot.. Crot tersemburlah sperma Joni didalam mulutku.. Ohh.. Banyak.. Sekali.. Sampai beberapa kali aku harus menelannya..

Akhirnya kami bertigapun rebah diatas ranjang.. Peluh membasahi tubuh kami..

"Nia.. Nia.. Tidak disangka.. Kamu luar biasa.." seru Mas Andy.
"Benar.. Kamu hebat Nia" tambah Joni, dan aku hanya tersenyum saja.
"Kalian juga aneh.. Tapi hebat" seruku.
"Tapi ada satu permintaanku Mas.." tambahku.
"Apa tuh Nia.." tanya Mas Andy.
"Aku mau kita komitment.. Hanya sebatas ini saja.. Oke?" seruku.
"Iya dong Nia.. Aku kan punya isteri.. Dan kamu juga.. Ada tunangan kamu" sahut Mas Andy.

Akupun tersenyum puas.. Dan tanpa sadar aku melirik ke jam didinding.. Gilaa.. Sudah jam 2 pagi. Dan benar.. Mas Andy benar-benar memegang komitmentnya, setelah kejadian itu dia tetap sopan kepadaku, dan tidak sekalipun dia menyinggung-nyinggung kejadian itu, dan aku.. Akupun demikian.. Nothing happened beetwen us..

Tag: Tembang, Artis Populer, Majalah Online, Cerita Dewasa, Download Film, Film, Zone Artis Indonesia

Cerita Panas Pengalaman Unikku Bersama "M"  

0 komentar

CERITA PANAS INDONESIA. Cerita ini berawal dari waktu aku kuliah di Trisakti, Jakarta. Aku kenal satu cewek anak FE Manajemen namanya M. Dia supel, ramah, baik, dan dari segi fisik, putih, badan tidak terlalu tinggi, sedang2 saja tidak kurus dan tidak gemuk tapi proposional. Wajahnya ok juga, cakeplah, tapi ya tergantung selera juga, yang pasti aku yakin tidak ada yang menilai dia secara fisik jelek. Si M ini aktif dalam berorganisasi, juga dalam aktifitas olahraga seperti basket, dia masuk kuliah tahun 1990.

Aku sebenarnya tidak ada niat apa apa ke dia awalnya, apalagi menjadikannya sebagai pacar, ya ada beberapa perbedaan yang membuat aku bahkan tidak kepikiran sama sekali. Tapi secara fisik aku akui cukup tertarik secara normal, apalagi kalau main basket dia cuek mengenakan celana olahraga cukup pendek, lalu juga kaos lengan buntung yang sexy. Kadang aku penasaran juga, paling tidak pernah terlintas mau tahu seperti apa kalau dia telanjang, seperti apa payudaranya (‘kayaknya sih tidak terlalu besar’), lalu terus terang aku agak suka mencuri lihat ketiaknya kalau dia lagi main basket tapi tentu tidak sampai jelas sekali (‘ini emang keunikan gue, suka ngeliatin ketiak tapi tidak ke semua cewek, hanya untuk kriteria tertentu’). Yang lebih gila lagi aku juga membayangkan bagian tubuhnya yang paling intim, aku berimajinasi seperti apa bentuknya, bulu-bulunya. Pernah waktu main basket dia duduk dalam posisi dimana sedikit celana dalamnya terlihat dan aku terangsang juga lah melihatnya.

Pendek kata, selepas kuliah kita tidak pernah bertemu lagi sampai suatu saat ada reuni tidak resmi dan aku ketemu dia di sana. Waow.. ternyata dia tambah ok penampilannya. Fisik tetap seperti dulu, tapi pakaian tambah trendy dan cukup berani tapi keren (tidak berlebihan seperti wanita nakal). Sudah 7 tahun selepas kuliah, usia dia sudah 31 tahun, dia pakai celana bahan yang ketat, lalu atasannya u-can-see ketat, ‘toket’nya cukup menonjol, walaupun ukurannya biasa tapi cukup merangsang buat aku, lalu karena bahan celana panjangnya agak tipis dan berwarna krem, aku bisa melihat jelas garis bentuk celana dalamnya. Bodynya terus terang memang proposional dan sexy. Waktu kuliah jarang penampilannya se-trendy itu, dan memang jaman kita kuliah dulu kebanyakan cewek2nya memakai jeans, dan kaos agak gombrong.

Sekarang rupanya dia sudah menikah, dan aku dikenalkan ke suaminya. Suaminya supel juga, dan sepertinya banyak pergaulannya terlihat dari waktu kita bicara berbasa-basi.
Sepulang reuni tersebut aku, si M dan teman2 yang dulu suka ‘ngumpul’ melanjutkan obrolan ke salah satu cafĂ© dan disana entah bagaimana pokoknya kita janjian mau menginap di puncak dimana tadinya tujuannya ke Novus. Tapi karena aku punya villa dan jarang dipakai keluargaku, lalu dengan pertimbangan menghemat biaya, jadilah tujuannya ke villaku dan waktunya ditetapkan Sabtu depan.

Akhirnya beberapa hari kemudian, setelah saling konfirmasi, yang ikut 5 orang, aku, satu teman cowok yang masih lajang juga sepertiku, dan 1 pasang suami istri (istrinya teman kita) dan terakhir si M (suaminya harus dinas keluar kota).
Timbul pikiran iseng di pikiranku untuk ‘ngerjain’ si M. Yang pasti awalnya aku tidak berpikiran terlalu jauh dulu, hanya mau lihat bodynya dalam keadaan bugil tentunya, paling tidak yang terutama buat aku penasaran adalah melihat payudara dan tentunya vaginanya.
Aku kemudian mengatur atur sedemikian rupa, karena villa ku ada 4 kamar, aku atur 1 kamar buat aku dan cowok temanku yang lajang itu, 1 kamar buat pasangan suami istri tadi, dan 1 kamar buat si M.
Aku rencananya mau memberi obat tidur ke si M, lalu aku ke apotik yang kebetulan kenalannya pamanku. Kemudian dengan berdalih macam2 pokoknya akhirnya aku bisa mendapatkan obat tidur tersebut. Aku tidak mau menggunakan obat perangsang karena takut efeknya, jadi yang pasti2 sajalah. Kalau obat tidur kan berasal dari perusahaan farmasi yang jelas. Aku juga menanyakan apotekernya supaya dosis bisa aku beri cukup tinggi tapi aman.

Akhirnya hari Sabtu kita berangkat siang2 ke villaku, lalu aku atur kamar2nya seperti tadi aku ceritakan, lucunya si M sempat berkomentar bercanda, ‘wah, gue sendirian nih, eh tapi daripada ama loe orang (maksudnya gue dan cowok yang satu lagi) nanti gak aman..haha…’ dalam hatiku, ‘kita liat ntar malam, aman gak loe.. hehe…’
Malamnya, kita jalan2 sampai jam 1 pagi kemudian pulang ke villa, ada yang minum bir, kopi, teh, dan aku sibuk memperhatikan seksama si M ini minum apa. Ternyata dia minum the hangat, dan pada saat dia lengah, aku masukkan obat tidur yang sudah kutumbuk, lalu kuaduk rata.
Kira2 30 menit setelah itu, dia kelihatan agak mengantuk dan berkata, ‘gue masuk dulu dah, udah teller nih kayaknya..’ Kupikir, ‘wah udah bekerja nih obatnya’.
Akhirnya 15 menit kemudian setelah si M masuk kamar, kita semua masuk kamar. Setelah sampai di kamar, dengan dalih belum bisa tidur, aku persilahkan temanku tidur dulu, dan aku bilang mau bicara dengan penjaga villa yang tugas ronda.

Kemudian dengan agak takut2, penasaran tapi bersemangat lalu aku mengendap ke kamar si M. Dia kunci kamarnya, tapi aku punya kunci duplikatnya. Aku sengaja beri kamar ke dia yang system kunci nya cuma bisa dari silinder pintu sendiri (tidak ada tambahan slot atau pengaman lainnya). Aku pura2 mengetuk, mengantisipasi kalau obat tidak bekerja sebab dia pasti bangun apabila diketuk. Tapi ternyata tidak ada jawaban, lalu aku buka kunci dan buka pintunya. Aku masih lakukan tindakan preventif, kupanggil2 namanya, tapi tidak ada sahutan juga. Lalu aku hidupkan lampunya dan kulihat dia tidur pakai celana pendek yang kainnya lemas, terus atasan lengan buntung yang cukup sexy. Rupanya karena tidak menggunakan ac, dan jendela juga tidak dibuka, dia memilih untuk tidak pakai selimut karena memang tidak terlalu dingin hawanya. Kemudian perlahan aku mendekat dan coba bangunkan dengan menyentuh kakinya dan memanggil namanya. Ternyata dia tidak bereaksi juga.

Aku terus memperhatikan si M yang lelap dan jadi makin penasaran. Dalam hatiku bergumam, ‘wah hari ini gue kudu liat toket dan memek loe!’
Aku kemudian sadar bahwa dia memakai baju yang tidak ada kancingnya sehingga susah membukanya yang akhirnya membuat aku mengurungkan niatku untuk melihat langsung payudaranya. Tapi aku tetap meraba dari luar bajunya dan merasakan juga bentuk putingnya, ‘gede juga bo..’ Payudaranya tidak terlalu besar, tapi putingnya besar.
Selanjutnya aku usap sambil memutari putingnya dengan jemariku dan lucunya dia tetap tidur tidak bereaksi tapi putingnya mengeras seiring waktu aku mengusap (Terus terang aku bingung juga ‘koq bisa yah’).

Dia tidur telentang dan kakinya agak mengangkang sedikit, lalu pelan aku coba untuk merapatkan kakinya. Kelihatannya apapun yang kulakukan dia tidak bereaksi. Setelah kakinya rapat, pelan2 dengan agak gemetar, aku pelorotkan celana luarnya, perlahan sekali dan agak lama juga karena aku takut sekali dia bangun dan tahu apa yang kulakukan. Lalu setelah melewati bagian pantat (agak susah karena mungkin musti melewati bongkahan pantatnya) akhirnya menjadi lumayan mudah. Pada saat aku pelorotkan, mataku sengaja tetap menatap matanya supaya memastikan dia tidak terbangun.

Setelah celana luarnya sampai ke bawah mata kaki aku lihat dia tetap tertidur, dan aku berpaling untuk melihat bagian pusar ke bawahnya, dan aku terkesima melihat tubuh bagian pusar ke bawah yang hanya terbalut celana dalam yang agak kecil, putih bermotif sexy sekali. Aku melihat pahanya yang putih mulus lalu bagian celana dalamnya yang menutupi apa yang aku idam-idamkan selama ini. Motifnya berbentuk bunga bunga kecil dimana pada daerah bunga2 kecil ini agak transparan dan pada bagian bawah celana dalamnya aku melihat samar warna kehitaman yang aku yakini itu adalah daerah bulu bulu vaginanya. Aku terangsang dan penisku yang dari tadi sudah mulai menegang, menjadi bertambah tegang. Aku kemudian memberanikan diri menyentuh bagian yang kehitaman tersebut dan memang terasa tumpukan halus bulu2nya lalu kulanjutkan meraba ke bawah lagi hingga terasa bentuknya agak menggunung lalu pembalut kecilnya.Aku buka sedikit pahanya yang tadinya rapat, kemudian aku perhatikan dengan seksama bagian sekitar vaginanya yang terbalut celana dalam. Sayang aku tidak dapat meraba merasakan bibir vaginanya karena ia memakai pembalut kecil, tapi yang menarik pada kedua pahanya yang putih mulus itu, di bagian pinggir dekat tepian celana dalamnya yang menutupi tepat di vagina atau labia mayoranya, aku lihat warnanya menjadi agak kecoklatan dan sedikit gelap. Ini membuat aku lebih dekat lagi membayangkan warna labia mayoranya.Kemudian aku rapatkan kembali untuku progress selanjutnya.

Dan bagian paling mendebarkan dari buka2an ini sewaktu aku turunkan celana dalamnya. Begitu bulu bulu bagian atasnya menyembul keluar sewaktu celananya sedikit melorot, aku kembali terkesima dan dalam hatiku aku bergumam ‘gileee ini toh jembut si M yang selama ini gue pengen liat.’
Aku buka lagi celana dalamnya sampai perjuanganku membawanya sampai ke mata kaki dan aku lepaskan cdnya dari salah satu kakinya. Akhirnya, aku berhasil membuatnya setengah bugil dari perut ke bawah. Aku terdiam sejenak menikmati pemandangan ini karena shock, tidak pernah terbayang sebelumnya akan mendapatkan pengalaman ini. Si M yang selama ini aku lihat dengan pakaian kuliah, atau paling pakaian olah raga yang sexy, kini bugil mempertontonkan bagian intimnya padaku. Aku begitu hebat terangsangnya dan melihat secara detil bagian intimnya, bulu bulunya tidak terlalu banyak, agak keriting tapi tidak terlalu keriting juga, dan dalam keadaan kaki rapat, aku masih bisa melihat bagian belahan atas vaginanya serta ada tonjolan daging agak gelap Aku merasa ini surprise sekali dan aku bergumam dalam hati ‘anjirr.. kayak gini toh memek si M yang selama ini gue tebak2 bentuknya.’

Tapi ini belum memuaskanku, aku lanjutkan perjuanganku dengan menggeser dan membuka kakinya sedikit demi sedikit hingga mengangkang dan (waoow) akhirnya kulihat jelas sekali seluruh vagina si M, klitorisnya agak gede, dan jengger atau labia minoranya agak menonjol (rupanya ini tadi yang waktu kakinya rapat aku ceritakan ada tonjolan daging di belahan atas vaginanya).
Jenggernya ini walaupun dia rapetkan kakinya tapi tetap menyembul keluar sedikit.

Warna labia mayoranya agak kecoklatan, klitorisnya coklat agak bersemu merah, jenggernya coklat agak kehitaman. Walau dia putih tapi di kiri kanan selangkangan dekat memeknya agak sedikit menggelap kulitnya seperti yang kulihat sewaktu dia masih mengenakan cdnya. Lobang atau vulvanya dalam keadaan kaki buka sedikit memang rapat tetapi waktu aku buka lagi sehingga kakinya mengangkang kelihatan lubang itu agak besar, mungkin karena sering disetubuhi suaminya haha.
Aku lanjutkan dengan memegang bulu bulunya, klitorisnya, jenggernya, aku juga memasukkan jariku ke lobang vaginanya, dan kuberanikan diri menjilat vagina si M ini. Aku dengan nafsunya membuka jenggernya sampai jelas kelihatam lobang vaginanya dimana dalamnya ada bentuk bentuk daging2 merah muda tidak beraturan dan lumayan basah dimana mungkin dia termasuk agak ‘becek’.

Aku pindah sebentar ke tubuh atasnya, kuraba lagi putingnya dari luar bajunya dan ku angkat pelan2 tangannya untuk melihat ketiaknya, (baru jelas sekarang), ternyata dia cukur bulu ketiaknya tapi masih ada sisa2 dikit membuat ku semakin terangsang.. Kembali ke vaginanya, akhirnya aku betul betul tidak tahan untuk tidak mencoba, maka kuputuskan nekad untuk mencobanya.
Aku memberanikan diri karena melihat dia dari tadi tidak bereaksi dan hanya tidur saja, mungkin mimpi, wah tidak tahu tuh.
Aku angkat lututnya (seperti orang mau melahirkan) lalu aku ganjal kaki kakinya dengan guling2 yang ada di situ.

Akhirnya kucoba masukkin batangku ke vaginanya. Mungkin karena dia tidur sehingga tidak dalam keadaan terangsang membuat awalnya agak susah atau ‘seret’ juga, tapi aku coba sehalus dan seperlahan mungkin, supaya tidak bangun.
Akhirnya masuk juga semua kemudian mulailah kukocok2.. Dan sensasinya benar benar hebat kurasakan. Aku betul2 menikmati sekali persetubuhan sepihak ini, dan rasanya nikmat sekali. Selama aku setubuhi dia tetap tidak bangun dan aku tidak berani ganti posisi karena susah dan resiko bangun. Ah.. nikmat sekali vagina si M ini, dalam hatiku aku berkata, ‘aduh sori M, biar deh sekali ini aja gue pake memek loe..’

Akhirnya setelah 30 menit kukocok kocok penis ku dalam vaginanya si M, aku mengalami orgasme yang hebat, dan aku keluarkan air maniku di dalam vaginanya (aku tahu dia tidak lagi subur karena di pembalut kecilnya ada noda coklat muda, jadi menurutku kalau tidak lagi mau mens, mungkin sehabis mens).
Kemudian aku tahan sebentar sampai aku puas lalu kucabut batangku dari dalam lobang intimnya, tak lama terlihat sebagian spermaku mengalir keluar. Aku ambil tissue untuk membersihkan dan mengeringkan serta memakaikan lagi celana dalam dan luarnya setelah sebelumnya kucium vaginanya sambil berujar, ‘thank’s M, paling gak gue udah pernah puas pake meki loe dan loe ga pernah tau hal ini pernah terjadi hehe..’

Waah.. aku betul betul puas karena tercapai apa yang pernah aku idam-idamkan bahkan melebihi harapanku.
Terus terang vaginanya agak longgar, agak becek tapi sensasi yang kualami nikmat sekali mungkin faktor psikologis membuat aku mengalami sensasi yang hebat dimana aku penasaran dengan tubuhnya dari semenjak kuliah dan aku kenal dia juga sebagai temen sendiri, kemudian bisa didikatakan aku setubuhi dia tanpa dia tahu. Ini mungkin sensasinya..

Besoknya dia bangun kesiangan dan katanya ke kami ‘waduh sori kesiangan, ga tau nih, gue teller berat semalem..’ Dalam hati aku tersenyum sambil melihat ke bagian vagina dia dan dalam hati berkata ‘hehe gue udah tau bentuk dan rasa memek loe.’
Terus terang setelah itu ada perasaan tidak enak sebetulnya, merasa bersalah.
‘Sori M.. gue khilaf..’

Tag: Tembang, Artis Populer, Majalah Online, Cerita Dewasa, Download Film, Film, Zone Artis Indonesia

Cerita Panas Perawan  

1 komentar

CERITA PANAS INDONESIA. Mata-mata jelalatan, mencari sasaran
Dengus napas menggesa, tak sabar meniti jeda
Jantung birahi berdegup, menuntut meminta
Rakus..., kuhirup darah perawan
Hooii...!!
Perawan-perawan jelita
Puaskan aku dengan darah kalian!!!
(Tuhan, kapan kau renggut darah perawanku?)

Malam semakin tua, tetapi gelak tawa di stasiun radio itu masih sesekali menggema. Semuanya suara cowok. Rupanya meski siaran sudah habis tengah malam itu, masih ada saja orang yang tinggal, kongkow ngrumpi sana-sini, membicarakan apa lagi, kalau bukan soal cewek. Maklum, satu-satunya obyek pembicaraan antara cowok, yang tak lekang dimakan jaman, adalah soal cewek.

"Cerita dong Boy, gimana kamu memerawani Meity," pinta salah seorang diantaranya.

Meity adalah pacar Boyke. Mereka dikenal sebagai pasangan 'panas' yang tak segan berciuman dan menunjukkan keintiman mereka di depan umum. Edan pokoknya. Mereka bahkan saling foreplay di depan rekan-rekan mereka selagi kongkow begitu.

"Kapan ya? Waktunya sih aku sudah lupa. Tapi masih terpatri di ingatanku peristiwa itu terjadi saat pesta perpisahan SMA kami. Di bawah panggung pementasan tepatnya," jawab Boyke sambil nyengir.

"Wah, sebelum pementasan tutup tahun?" tukas Pri, yang merupakan sobat Boyke sejak lama. Kini mereka berdua sama-sama siaran di radio itu.

"Hahahaha," gelak yang ditanya, "Nggak! Nggak Pri. Kamu salah. Justru tepat ketika anak A2 nge-band sehabis kita itu Pri."
"Hah?"

"Masih ingat nggak, kan band kita kan tampil pertama kali? Abis itu si Meity, Andin, dan Tri nge-dance?" tanya Boy sambil menatap Pri dan kemudian senyum-senyum ke dua pendengar lainnya. Pri mengangguk.

"Nah, saat itulah otakku bersiasat, mencari cara untuk mendapatkan Meity. Habis, konak aku liat pusat perutnya yang diobral sewaktu nari itu. Mulus bok!! Ketika tubuhnya meliuk-liuk di panggung, mataku udah melotot saja. Jakunku sampai gelegak-gelegek nelen air liur beberapa kali. Busyet deh," mata Boy menerawang.

"Trus, gimana kamu berhasil menyeretnya ke bawah panggung tanpa orang lain tahu?" tanya si Agil. Agil adalah fans lawas. Ia bahkan sesekali membantu ketika stasiun radio itu membuat acara offair. Aktif pokoknya.

"Hehehe, pertanyaan cerdasss," seringai Boy sambil mengacungkan jempolnya. "Waktu itu kalau nggak salah, panggung kesenian tutup tahun itu terpaksa dibuat di lapangan basket. Aula besar baru direnovasi deh. Trus, belakang panggung tuh didirikan backdrop hitam, kanan kirinya ditambahi batas kain, hitam juga, jadi ada gang di antara kain itu, untuk pengisi acara mondar-mandir dari panggung ke kamar ganti tanpa ketahuan penonton. Asal tahu saja, ketika Meity turun panggung, aku langsung menggeret tangannya. Aku tarik dia ke belakang panggung yang hanya sanggup menyembunyikan tubuh kerempengku ini."

"Ah ya, waktu itu kamu memang nolak aku ajak ke area penonton, rupanya karena alasan itu," tukas Pri seolah baru ngeh kenapa sahabatnya menolak ajakannya waktu itu.

"Betul Pri. Dan di balik backdrop itu deh aku garap Meity, yang waktu itu belom menerima cintaku. Aku cium bibir dia. Meity semula menolak, tapi akhirnya mandah saja, rupanya dia nggak tahan menerima hujan ciuman yang aku berikan." Jelas Boy seraya ngakak.

"Dan akhirnya aku geret deh dia ke bawah panggung, dan jebol keperawanannya di situ. Habis itu, jadilah Meity pacarku sampai sekarang, ketagihan dia rupanya ama dedek aku. Hahaha...," Boy ngakak semakin keras.

"Asyik juga kali kalau dapet perawan gitu ya?" gumam Agil kepingin.

"Lho, ya kamu tinggal cari dong," seru Boy.

"Cari gimana Boy? Masak kita harus ujicoba terus ampe nemu yang perawan gitu? Kamu kan tahu sendiri sekarang ini jarang banget cewek yang masih virgin gitu,"

"Yupp. Harus. Caranya ya emang trial terus deh. Soalnya kalau sampai kita blon ngerasain darah keperawanan, hhmmm, bakal penasaran terus deh," tutur Boy.

Belum lagi salah satu dari mereka bereaksi terhadap perkataan itu, pintu di sebelah kanan mereka bergeser kasar, bahkan daun pintu itu ditutup lagi dengan sebuah bantingan. "Brakkk..!!!" Sepertinya si pembuka pintu kesal.

"Eh, Lang, buka pintunya perlahan saja dong," ujar Pri setelah tahu siapa yang membanting pintu. Kaget juga dia, tidak biasanya Lang muncul selarut ini.

"Ah, pasti elo lagi perang ya ama Denni?" tanya Boyke sambil cengengesan, merasa lucu dengan guyonannya sendiri.

Fatal.

"Nggak usah ngurusi urusan orang! Sana cari terus darah perawanmu ke ujung dunia..!!" teriak Lang dengan muka memerah menahan amarah. Bibir gadis itu bahkan terlihat bergetar.

"Kalian benar-benar biadab. Kalian pikir aku nggak mendengar setiap pembicaraan tentang keperawanan tadi? Jangan salah, cukup lama aku berdiri di luar dan mendengar semuanya. KALIAN BIADAB..!! Kalian tidak adil mempermainkan nasib kaum perempuan!!"

"Lho..!" Boyke, Pri dan Agil sempat terlonjak mendapatkan tanggapan yang sangat tidak biasa ini. Biasanya Lang begitu sabar, tidak gampang terprovokasi amarahnya. Dan sekarang terlihat banget kalau gadis itu tersinggung berat dengan obyek pembicaraan mereka.

"Lang," tiba-tiba terdengar suara Abi dari ujung atas tangga ke lantai dua. Suara yang begitu sabar. Yang membuat Lang tiba-tiba teringat bukan pada tempatnya dia berteriak penuh amarah ke orang yang tidak tahu masalahnya.

Muka Lang tertunduk. Ia menghela nafas panjang, mencoba meredam gejolak hatinya. Ditatapnya tiga orang cowok di depannya.

"Hhh,.... sorry," ucapnya lirih. Kemudian cepat-cepat ia meninggalkan mereka sebelum mereka sadar betapa matanya dipenuhi air mata yang menjelang runtuh.

Lang setengah berlari menaiki tangga. Abi masih berdiri di ujungnya. Laki-laki itu mengulurkan tangannya, ia kemudian menggenggam tangan Lang, membimbingnya masuk ke ruang rekam 2. Dibiarkannya perempuan itu meringkuk di pojok ruangan sambil menangis.

Abi bisa menduga kenapa Lang tadi begitu reaktif. Baru tiga hari yang lalu ia tahu betapa perempuan yang ada didepannya ini didera musibah. Suami Lang berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri. Kenyataan mana yang bisa lebih pahit dari itu bagi seorang perempuan?

Abi justru heran, beberapa hari ini Lang tetap masuk kerja. Padahal sejak kejadian itu, ia mengira gadis itu pasti akan mangkir dari tugasnya. Makanya ia sudah minta Pri untuk stand by menggantikannya. Nyatanya tidak. Lang hanya mangkir terhadap janjinya rekaman malam itu, tapi paginya, ia sudah datang bahkan dua jam sebelum jam siarannya! Cuma, memang tak ada lagi warna ceria di wajahnya. Mata Lang juga terkesan sendu, tidak 'hidup' seperti biasanya.

Abi masih diam. Ia bahkan tak berani mengajak Lang bicara. Tak tega hatinya melihat perempuan yang diam-diam dicintainya itu menangis. Ingin sekali dipeluknya gadis itu, membisikkan kekuatan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tapi ia tak berani. Tidak. Tidak sekarang.

Akhirnya badai tangis Lang mereda. Gadis itu kini menatap Abi dengan matanya yang sembab. Dhuh, rapuhnya dia, bisik Abi dalam hati.

"Sudah lega?" tanya Abi sambil mencoba mengajak tersenyum gadis itu.

Bibir Lang tersenyum getir. Ia mengangguk lemah.

Waktu seakan terhenti. Diam. Mata Lang menatap langit-langit, sementara Abi menunduk menatap ujung sepatunya sendiri, membiarkan Lang mengendapkan perasaannya.
"Bi" suara Lang memecah kebekuan itu.
"Hmm?" mata abi beranjak ke gadis itu.
"Seberapa besar sih arti keperawanan buat seorang cowok?"

Pertanyaan yang tidak terduga. Abi mengira gadis itu akan bertanya soal perselingkuhan, ia adalah laki-laki yang sering berselingkuh, tapi ternyata ia keliru. Otaknya bergerak cepat. Pasti soal ini tetap ada hubungannya dengan kasus Denni dan Windy.

"Hm, tergantung Lang. Ada yang sama sekali nggak mempedulikan itu. Tapi untuk sebagian lain kayaknya itu penting banget. Kenapa?"

Lang masih memandangi langit-langit ruangan itu. Dari ujung matanya mengalir lagi buliran air. Tanpa isakan.

"Aku... aku sekarang tahu apa yang membuat perkawinanku tak beres Bi. Selama ini rupanya Denni mengabaikanku karena menyimpan amarah. Ia kecewa... aku aku tak mengeluarkan ..darah.. perawanku... ketika berhubungan pertama dengannya," bibir gadis itu bergetar, suaranya tercekat menahan isak tangis.

Abi terdiam. Bajingan, rupanya itu yang menjadi momok selama ini. "Dan apa karena alasan itu pula dia menggauli adikmu?"

Dilihatnya Lang mengangguk. "Malam ini dia mengakui itu Bi. Aku mendesaknya bicara setelah beberapa hari ini dia diam seribu bahasa. Dia bilang kecewa pada diriku karena hal itu. Tapi, aku retas protesnya. Aku bilang kepadanya betapa tidak adilnya dirinya. Kenapa dia tidak menyampaikan protesnya sejak saat kami melewatkan malam pertama kami, biar aku bisa langsung visum dokter."

"Eh, eh, dan kau yakin memang masih perawan saat itu?" tanya Abi ragu-ragu, takut kalau pertanyaannya semakin membuat perempuan itu gundah.

Lang terdiam. Tapi Abi menyeksamai betapa gadis itu terlarut dalam lamunannya

******

Lang selalu malu-malu ketika mereka mulai saling menggerayang. Gadis itu bahkan terlihat tersipu ketika tangan Krisna melepas pakaiannya. Selalu begitu. Tapi Krisna tahu persis, Lang selalu menginginkannya. Dan biasanya, ciuman-ciumannya di daerah sensitif si gadis akan melumerkan kekakuannya.

Tubuh gadis itu kini tergolek di kasur yang terletak di pojokan kamar. Krisna memandanginya sejenak. Kulit Lang tampak bersih, matanya sayu mengundang. Payudaranya kencang berisi. Di bagian bawah, rambut kemaluannya tak begitu lebat, menonjolkan bukit kewanitaannya. Sangat menggairahkan.

Krisna kembali mendekat, menciumi leher gadis itu. Bau keringatnya begitu khas, harum, bukan harum parfum karena Lang memang tak pernah menggunakan pewangi, tapi aroma alami gadis ini sangat menggoda.

Dengan sigap Krisna menindih tubuh menggiurkan yang telanjang bulat tanpa sehelai benang itu. Ditariknya kedua lengan Lang ke atas kepalanya, diciuminya pangkal lengan si gadis yang nyaris tak berbulu. Gadis itu menggelinjang. Tangan Krisna kemudian menggerayang ke bawah pusat. Gadis itu menahan nafas dan menggigit bibir saat jemari Krisna mempermainkan bibir kemaluannya yang basah terangsang. Perlahan kedua paha Lang terkangkang semakin lebar. Krisna memegangi kejantanannya, menyapukan ujung kepalanya yang memerah ke bibir kemaluan gadis itu, membuat nafasnya semakin memburu.

Lenguhan manja terdengar dari bibir Lang, semakin membuat tegangan birahi Krisna naik ke ubun-ubun. Ia tak lagi bisa mengendalikan diri. Ia tak lagi mengusapkan kepala kejantanannya, dan bersiap menghujamkan senjatanya itu ke liang vagina si gadis. Perlahan, kejantanannya hampir menerobos masuk ke dalam kehangatan tubuh kekasih perawannya itu, ketika tiba-tiba tubuh Lang menyentak bangun.

"Tidak. Kris, jangan!" Lang menarik tubuhnya yang telanjang itu duduk merepet ke dinding

"Kenapa sih kau selalu menolak?! Kau tidak ingin memberikannya kepadaku? Kau tidak mencintaiku?" tanya lelaki itu gusar.
"Kris, lihat mataku. Apakah kau meragukan perasaanku kepadamu?"

Krisna memandang wajah bulat telur yang ada di depannya. Dia tahu Lang sangat mencintainya. Mereka memang saling mencintai. Lang bahkan mau pacaran sembunyi-sembunyi dengan dia, mahasiswa seni design, yang miskin dan belum jadi apa-apa. Padahal kalau gadis itu mau, pasti ia bisa mendapatkan pacar yang lebih bonafid.

Sejak tiga bulan lalu, ketika orangtua Lang positif melarang mereka pacaran, mereka tampaknya ingin anak gadisnya mencari pasangan yang lebih baik masa depannya. Tapi nyatanya, gadis itu justru setiap hari mampir ke kost-kost-an Krisna sepulang kuliah. Sejam-dua jam mereka berbagi rindu, berbagi mimpi akan masa depan. Kuliah Krisna di institut seni sudah di tingkat akhir. Dia sebentar lagi lulus dan dia akan melamar pekerjaan secepatnya. Ingin dipinangnya gadis itu meski orangtua Lang tak boleh. Dan seperti rencana mereka, bila perlu, mereka akan kawin lari. Tapi itu nanti, ketika ia sudah bekerja dan mampu bertanggungjawab.

"Kris," panggilan Lang menyadarkannya kembali, "bukannya aku tak ingin memberikan keperawananku kepadamu. Bukankah sudah pernah kita bahas, kita akan menjaga yang satu itu sampai nanti waktunya. Aku ingin memberikan hal paling hakiki dari kewanitaanku itu pada suamiku,"

"Dan apa aku bukan calon suamimu?" sela Krisna masih setengah gusar.

"Kris, pahamilah, aku sangat berharap kaulah yang akan menjadi suamiku nantinya. Kau tahu, aku sangat mengharapkan itu, makanya aku abaikan larangan orangtuaku untuk berhubungan denganmu. Kau pikir itu mudah?" kata Lang merajuk merayu.

"Ambillah ini nanti pada saat yang tepat. Aku akan menjaganya untukmu." Sambil berkata demikian gadis itu merangkulkan kembali lengannya ke leher Krisna. Ditatapnya laki-laki itu penuh kasih, dan kemudian Lang mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibirnya, disusul dengan ciuman-ciuman lain yang membangkitkan nafsu kelelakiannya.

Tubuh Krisna menegang, birahinya kembali bergolak. Gadis itu selalu pandai meruntuhkan kemarahannya. Ia juga paling bisa membangkitkan nafsunya. Sudah beberapa kali ini mereka melakukan persetubuhan, meski tanpa memasukkan kelelakiannya ke liang vagina si gadis. Kissing, petting, necking, sudah bukan hal asing bagi mereka berdua, dan harus diakui, tanpa intercourse pun, ia sudah mendapatkan ejakulasinya.

Tubuh mereka kembali bergelut, seperti lintah yang saling lekat, menghisap satu sama lain. Erangan-erangan lirih dari mulut Lang kembali terdengar ketika perlahan Krisna membaringkannya lagi di atas kasur di pojok kamar itu, dan ia menghujani ciuman bertubi-tubi ke payudara si gadis. Sesekali dijilatnya puting Lang yang sensitif, digigitnya lembut puting berwarna cokelat itu. Dan biasanya pada tahapan ini erangan Lang semakin keras.

Tangan gadis itu pun aktif menggerayang tubuh bugil Krisna. Diremasnya bokong lelaki itu, dan perlahan tapi pasti gerayangannya berpindah semakin ke depan. Ditemukannya kejantanan lelaki itu tegap berdiri, siap untuk sebuah pendakian. Lang merespon ciuman laki-laki itu dibibirnya penuh gairah, dan ia mengarahkan kejantanan Krisna ke sela jepitan pahanya yang kenyal. Krisna paham kekasihnya menginginkan kepuasan dan mulai menggenjot kejantanannya di antara kedua labia mayora si gadis. Gesekan demi gesekan menyentuh kelentit Lang, membuatnya memejamkan mata, merasai kenikmatan. Tubuhnya menggeliat, rangsangan batang kejantanan Krisna di bagian itu selalu membuatnya terbang. Ia selalu merindukan sentuhan nikmat ini. Dan tanpa terasa jepitan pahanya semakin kuat, membuat Krisna terombang-ambing dalam ayunan birahi.

"Lang, aku mencintaimu," Krisna membisikkan kata sihir yang semakin memacu goyangan pinggul gadis itu.

Keduanya kini seolah bersicepat. Tubuh mereka semakin basah dalam gerakan ritmis. Dan tak lama kemudian mereka bersama mengerang. Tubuh gadis itu melenting, ditekannya bokong Krisna agar ia tak kehilangan rasa nikmatnya. Sensasi geli-geli nikmat yang luar biasa. Dan muntahan 'lahar' panas dari ujung kepala kejantanan Krisna mengguyur kemaluan luar Lang. Rasa hangat yang masih ditingkahi dengan gesekan batang kemaluan Krisna itu telah membawa Lang ke ujung orgasmenya.

******

"Tidak! Aku yakin, aku masih perawan ketika kawin dengan Denni. Aku tak pernah membiarkan pacarku yang dulu memerawaniku," lemah Lang berbisik seolah meyakinkan dirinya sendiri.

"Tapi, kemana darah perawanku?" kembali sebulir airmata membasahi pipi gadis itu.

Abi tak bisa menjawab pertanyaan itu. Ia beranjak mendekati Lang. Digenggamnya tangan gadis itu yang kini dingin dan gemetar.

"Sudahlah Lang, percuma kau menangisinya saat ini. Kau hanya harus teguh pada keyakinanmu bahwa kau memang tidak pernah melepas keperawananmu pada orang lain. Lagi pula, tidak semua keperawanan pecah mengalirkan darah," Abi mencoba membesarkan hati Lang, "Pulanglah! Hari semakin larut. Aku antar, yuk!"

Tapi gadis itu tak bereaksi terhadap ajakan Abi. Matanya justru menatap Abi lekat-lekat.

"Tidak Bi, andaikata ada tempat lain untukku pulang, saat ini," keluh gadis itu, "dan, aku tadi sengaja datang ke sini untuk sesuatu urusan, berkait dengan kamu."

"Dengan aku?"

Lang mengangguk. "Tadi ketika aku bantah tuduhannya atas keperawananku, Denni tahu kalau dia tak punya pijakan kuat untuk menjadikan keperawananku sebagai alasan perselingkuhannya dengan Windy. Dandan dia menarikmu dalam badai ini."

"Apa maksudmu?" Abi masih belum tanggap dengan perkataan itu.

"Di tengah keputus-asaannya, Denni mencari seribu satu pembenaran atas perselingkuhannya itu, dan IA MENUDUHKU BERSELINGKUH DENGAN KAMU. Dan ia berkata perselingkuhannya hanyalah upaya dia membalas hal itu."

"Tapi, Kau tahu itu tidak benar! Salah besar! Aku tak pernah menyentuh seujung pun rambutmu. Hubungan kita selama ini sangat profesional bukan, selalu urusan kerja," bantah Abi.

Ada rasa perih di hati Lang mendengar jawaban Abi. Hhh, jadi laki-laki itu tidak mencintainya. Semua perhatiannya semata berkait dengan kesenimanannya itu. Hampir ia menundukkan kepalanya ketika Abi memegang kedua pipinya, memaksanya menatap laki-laki itu.

Abi melihat kilatan pedih itu di mata Lang. "Tidak Lang, jangan salah paham! Maafkan aku. Selama ini aku berusaha tetap profesional, karenakarena aku ingin menyembunyikan perasaanku."

Mulut Abi tiba-tiba berat sekali. Di hatinya berkecamuk keinginan, antar ingin mengatakan perasaannya, tapi takut hal itu akan menimbulkan komplikasi baru pada masalah ini. Tapi di sisi lain ia juga khawatir, gadis itu semakin terpuruk dalam rasa tidak percaya dirinya, padahal itu sangat dibutuhkannya. Dan ia, Abi Wicaksono bisa memberikannya!

Akhirnya, Abi menyerah pada kata hatinya yang paling dalam. "Lang, aku tak sanggup lagi menyimpan perasaan ini. Aku.aku mencintaimu."

Mendengar pengakuan itu, mata Lang membelalak lebar. Perasaannya serasa diguyur air es, dingin, menyejukkan. Tak kuasa lagi ia menahan diri. Ia menghambur ke pelukan Abi, dan menangis di dada laki-laki itu, yang segera merengkuhnya erat. Sangat erat. Memberikan seribu rasa yang dibutuhkan perempuan itu. Rasa aman, rasa sayang, dan rasa betapa ia dibutuhkan.

Ingin sekali Lang menghentikan gerak waktu, hanya sampai di sini. Dilupakannya masalahnya. Ditepisnya ingatan bahwa laki-laki itu bukan lajang. Tak lagi dia ingat betapa ada Indi yang akan kesakitan oleh pengakuan ini. Lang hanya tak ingin beranjak dari kebahagiaan ini. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Abi, tersenyum di antara tangisnya. Ia letakkan sejenak bebannya dalam pelukan itu. Lang menemukan oase setelah pengembaraannya yang panjang.

Di sini aku temukan kau,
Di sini aku temukan daku,
Di sini aku temukan arti,
Serasa tiada..sendiri.

Tag: Tembang, Artis Populer, Majalah Online, Cerita Dewasa, Download Film, Film, Zone Artis Indonesia

Cerita Panas Percintaan dengan Adik Istri  

0 komentar

CERITA PANAS INDONESIA. Saya, Andry (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pria berumur 35 tahun dan telah berkeluarga , istri saya seumur dengan saya dan kami telah dikarunia 2 putra.

Istri saya adalah anak ke 2 dari empat saudara yang kebetulan semuanya wanita dan semuanya telah menikah serta dikarunia putra-putri yang relatif masih kecil, diantara saudara-saudara istri , saya cukup dekat dengan adik istri saya yang kurang lebih berumur 34 tahun namanya Siska (bukan nama sebenarnya).

Keakraban ini bermula dengan seringnya kami saling bertelepon dan makan siang bersama pada saat jam kantor (tentunya kami saling menjaga rahasia ini), dimana topik pembicaraan berkisar mengenai soal pekerjaan, rumah tangga dan juga kadangkala masalah seks masing-masing.

Perlu diketahui istri saya sangat kuno mengenai masalah seks, sedangkan Siska sangat menyukai variasi dalam hal berhubungan seks dan juga open minded kalau berbicara mengenai seks, juga kebetulan dikeluarga istri saya dia paling cantik dan sensual, sebagai ilustrasi tingginya kurang lebih 165 cm, kulit putih mulus, hidung mancung, bibir agak sedikit kelihatan basah serta ukuran dada 34 a.

Keakraban ini dimulai sejak tahun 1996 dan berlangsung cukup lama dan pada tahun 1997 sekitar Juni, pembicaraan kami lebih banyak mengarah kepada masalah rumah tangga, dimana dia cerita tentang suaminya yang jarang sekali memperlihatkan perhatian, tanggung jawab kepada dia dan anak-anak, bahkan dalam soal mencari nafkahpun Siska lebih banyak menghasilkan daripada suaminya ditambah lagi sang suami terlalu banyak mulut alias cerewet dan bertingkah polah bak orang kaya saja.

Menurut saya kehidupan ekonomi keluarga Siska memang agak prihatin walaupun tidak dapat dikatakan kekurangan, tetapi boleh dikatakan Siskalah yang membanting tulang untuk menghidupi keluarganya.

Disamping itu sang suami dengan lenggang keluyuran dengan teman-temannya baik pada hari biasa maupun hari minggu dan Siska pernah mengatakan kepada saya bahwa lebih baik suaminya pergi keluar daripada di rumah, karena kalau dia dirumah pusing sekali mendengarkan kecerewetannya.

Saya menasihati dia agar sabar dan tabah menghadapi masalah ini, karena saya seringkali juga menghadapi masalah yang kurang lebih sama dengannya hanya saja penekanannnya berbeda dengan kakaknya.

Istri saya seringkali ngambek yang tidak jelas sebabnya dan bilamana itu terjadi seringkali saya tidak diajak berbicara lama sekali.

Akhirnya Siska juga menceritakan keluhannya tentang masalah seks dengan suaminya, dimana sang suami selalu minta jatah naik ranjang 2-3 kali dalam semingggu, tetapi Siska dapat dikatakan hampir tidak pernah merasakan apa yang namanya orgasme/climax sejak menikah sampai sekarang, karena sang suami lebih mementingkan kuantitas hubungan seks ketibang kualitas.

Siska juga menambahkan sang suami sangat kaku dan tidak pernah mau belajar mengenai apa yang namanya foreplay, walaupun sudah sering saya pinjami xxx film, jadi prinsip suaminya langsung colok dan selesai dan hal itupun berlangsung tidak sampai 10 menit.

Siska lalu bertanya kepada saya, bagaimana hubungan saya dengan kakaknya dalam hal hubungan seks, saya katakan kakak kamu kuno sekali dan selalu ingin hubungan seks itu diselesaikan secepat mungkin, terbalik ya kata Siska.

Suatu hari Siska telepon saya memberitahukan bahwa dia harus pergi ke Bali ada penugasan dari kantornya, dia menanyakan kepada saya apakah ada rencana ke Bali juga, karena dia tahu kantor tempat saya bekerja punya juga proyek industri di Bali, pada awalnya saya agak tidak berminat untuk pergi ke Bali, soalnya memang tidak ada jadwal saya pergi ke sana. Namun dengan pertimbangan kasihan juga kalau dia seorang wanita pergi sendirian ditambah lagi ‘kan dia adik istri saya jadi tidak akan ada apa-apa, akhirnya saya mengiyakan untuk pergi dengan Siska.

Pada hari yang ditentukan kita pergi ke Bali berangkat dari Jakarta 09.50, pada saat tiba di Bali kami langsung menuju Hotel Four Season di kawasan Jimbaran, hotel ini sangat bernuansa alam dan sangat romantis sekali lingkungannya, pada saat menuju reception desk saya langsung menanyakan reservasi atas nama saya dan petugas langsung memberikan saya 2 kunci bungalow, pada saat itu Siska bertanya kepada saya, oh dua ya kuncinya, saya bilang iya, soalnya saya takut lupa kalau berdekatan dengan wanita apalagi ini di hotel, dia menambahkan ngapain bayar mahal-mahal satu bungalow saja ‘kan kita juga saudara pasti engga akan terjadi apa-apa kok , lalu akhirnya saya membatalkan kunci yang satu lagi, jadi kita berdua share 1 bungalow.

Saat menuju bungalow kami diantar dengan buggie car (kendaraan yang sering dipakai di lapangan golf) mengingat jarak antara reception dengan bungalow agak jauh, didalam kendaraan ini saya melihat wajah Siska , ya ampun cantik sekali dan hati saya mulai bergejolak , sesekali dia melemparkan senyumnya kepada saya, pikiran saya, dasar suaminya tidak tahu diuntung sudah dapat istri cantik dan penuh perhatian masih disia-siakan.

Di dalam bungalow kami merapikan barang dan pakaian kami saya menyiapkan bahan meeting untuk besok sementara dia juga mempersiapkan bahan presentasi , pada saat saya ingin menggantungkan jas saya tanpa sengaja tangan saya menyentuh buah dadanya karena sama-sama ingin menggantungkan baju masing-masing, saya langsung bilang sorry ya Sis betul saya tidak sengaja, dia bilang udah engga apa-apa anggap aja kamu dapat rejeki.... wow wajahnya memerah tambah cantik dia.

Lalu kita nonton tv bareng filmya up close and personal, pada saat ada adegan ranjang saya bilang sama Siska wah kalo begini terus saya bisa enggak tahan nih, lalu saya berniat beranjak dari ranjang mau keluar kamar (kita nonton sambil setengah tiduran di ranjang), dia langsung bilang mau kemana sini aja, engga usah takut deh sambil menarik tangan saya lembut sekali seakan memohon agar tetap disisinya.....selanjutnya kita cerita dan berandai-andai kalau dulu kita sudah saling ketemu...dan kalau kita berdua menikah dan sebagainya.....

Saya memberanikan diri bicara, Sis kamu koq cantik dan anggun sih, Siska menyahut nah kan mulai keluar rayuan gombalnya, sungguh koq sih saya engga bohong, saya pegang tangannya sambil mengelusnya, oww geli banget , Andry come on nanti saya bisa lupa nih kalo kamu adalah suami kakak saya....biarin aja kata saya.

Perlahan tapi pasti tangan saya mulai merayap ke pundaknya terus membelai rambutnya tanpa disangka dia juga mulai sedikit memeluk saya sambil membelai kepala dan rambut saya.....akhirnya saya kecup keningnya dia bilang Andry kamu sungguh gentle sekali...uh indahnya kalau dulu kita bisa menikah saya bilang abis kamunya sih udah punya pacar.....berlanjut saya kecup juga bibirnya yang sensual dia juga membalas kecupan saya dengan agresif sekali dan saya memakluminya karena saya yakin dia tidak pernah diperlakukan sehalus ini....kami berciuman cukup lama dan saya dengar nada nafasnya mulai tidak beraturan, tangan saya mulai merambat ke daerah sekitar buah dadanya...dia sedikit kaget dan menarik diri walaupun mulut kami masih terus saling bertempur.....

Kali ini saya masukkan tangan saya langsung ke balik bhnya dia menggelinjang saya mainkan putingya yang sudah mulai mengeras dan perlahan saya buka kancing bajunya dengan tangan saya yang kanan, setelah terbuka saya lepas bhnya wow betapa indah buah dadanya ukurannya kurang lebih mirip dengan istri saya namun putingnya masih berwarna merah muda mungkin karena dia tidak pernah menyusui putranya, Siska terhenyak sesaat sambil ngomong, Andry koq jadi begini....Sis saya suka ama kamu, terus dia menarik diri...saya tidak mau berhenti dan melepaskan kesempatan ini langsung saya samber lagi buah dadanya kali ini dengan menggunakan lidah saya sapu bersih buah dada beserta putingnya....Siska hanya mendesah-desah sambil tangannya mengusap-ngusap kepala saya dan saya rasakan tubuhnya semakin menggelinjang kegelian dan keringat mulai mengucur dari badannya yang harum dan putih halus....

Lidah saya masih bermain diputingnya sambil menyedot-nyedot halus dia semakin menggelinjang dan langsung membuka baju saya pada saat itu saya juga membuka kancing roknya dan terlihat paha yang putih mulus nan merangsang, kita sekarang masing-masing tinggal ber cd saja, tangan dia mulai membelai pundak dan badan saya, sementara itu lidah saya mulai turun ke arah pangkah paha dia semakin menggelinjang, ow andry enak dan geli sekali .....

perlahan saya turunkan cdnya, dia bilang andry jangan bilang sama siapa-siapa ya terutama kakak saya....saya bilang emang saya gila kali, pake bilang-bilang kalo kita .......... setelah cdnya saya turunkan saya berusaha untuk menjilat kelentitnya yang berwarna merah menantang pada awalnya dia tidak mau, katanya saya belum pernah ......, nah sekarang saatnya kamu mulai mencoba

lidah saya langsung menari-nari di kelentitnya dia meraung keras....oohhhhhhhh

andry .........enaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkk sekali.....saya ...saya enggak pernah merasakan ini sebelumnya kamu pintar sekali sih...........terus saya jilat kelentit dan lubang vaginanya.....tidak berapa lama kemudian dia menjerit.....auuuuuuuuwwww saya keluar andry oooooooooooohhhhhhhhhenak sekali.....dia bangkit lalu menarik dengan keras cd saya ....langsung dia samber kontol saya dan dilumatnya secara hot dan agresif sekali.....oh nikmatnya....terus terang istri saya tidak perah mau melakukan oral sex dengan saya......dia terus memainkan lidahnya dengan lincah sementara tangan saya memainkan puting dan kelentitnya....tiba-tiba dia mengisap kontol saya keras sekali ternyata dia orgasme lagi...........dia lepaskan kontol saya, andry ayo dong masukin ke sini sambil menunjuk lobangnya .....perlahan saya tuntun kontol saya masuk ke memeknya......dia terpejam saat kontol saya masuk ke dalam memeknya sambil dia tiduran dan mendesah-desah........ohhhhhhhh andry biasanya suami saya sudah selesai dan saya belum merasakan apa-apa, tapi kini saya udah dua kali keluar, kamu baru saja mulai.....waktu itu kami bercinta udah kurang lebih 30 menit sejak dari awal kita bercumbu........................

Sekarang saya angkat ke dua kakinya ke atas lalu ditekuk, sehingga penetrasi dapat lebih dalam lagi sambil saya sodok keluar masuk memeknya....dia terpejam dan terus menggelinjang dan bertambah liar dan saya tidak pernah menyangka orang seperti Siska yang lemah lembuh ternyata bisa liar di ranjang,

dia menggelinjang terus tak keruan.......uhhhhhhh andry saya keluar lagi.....saya angkat perlahan kontol saya dan kita berganti posisi duduk , terus dia yang kini mengontrol jalannya permainan ,...dia mendesah sambil terus menyebut ohh andry....ohhh andry dia naik turun makin lama makin kencang sambil sekali-kali menggoyangkan pantatnya.......tangannya memegang pundak saya keras sekali..iiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhh uuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhh andry saya keluar lagi ........kamu koq kuat sekali.......come on andry keluarin dong saya udah engga tahan nih,,,,,,,, biar aja kata saya.....saya mau bikin kamu keluar terus , kan kamu bilang sama saya , kamu engga pernah orgasme sama suami kamu sekarang saya bikin kamu orgasme terus........iya sih tapi ini betul-betul luar biasa andry,..............ohhhhhhhhhhh betapa bahagianya saya kalau bisa setiap hari begini sama kamu......ayo jangan ngaco ah mana mungkin lagi, kata saya...

Saya bilang sekarang saya mau cobain doggy style, apa tuh katanya, ya ampun kamu engga tau, engga tuh katanya, lalu saya pandu dia untuk menungging dan perlahan saya masukkan kontol saya ke memeknya yang sudah banjir karena keluar terus, pada saat kontol saya sudah masuk sempurna mulailah saya tusuk keluar masuk dan goyangin makin lama makin kencang.....dia berteriak dan menggelinjang dan mengguncangkan tubuhnya........andry........aaaaaaaammmmmmmmmmpuuuuuuuuuuuuunnnn dehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh saya keluar lagi nih dan waktu itu saya juga udah mau keluar......saya bilang nanti kalau saya keluar maunya di mulut Siska, ah jangan Siska belum pernah dan kayaknya jijik deh.........cobain dulu ya.....akhirnya dia mengangguk............

Tiba saatnya saya sudah mau orgasme saya cabut kontol saya dan sembari dia jongkok saya arahkan kepala kontol saya ke mulutnya sambil tangan dia mengocok-ngocok kontol saya dengan sangat bernafsu......sis..................udah mau keluar langsung kontol saya dimasukkan ke dalam mulutnya engga lama lagi.....creetttttttt creeeeeeeetttttttttttt crettttttttttttttt creeeeeeeeettttttttttttt, penuhlah mulut dia dengan sperma saya sampai berceceran ke luar mulut dan jatuh di pipi dan buah dadanya.. dia terus menjilati kontol saya sampai semua sperma saya kering saya tanya gimana sis enak enggak rasanya dia bilang not bad.................................... kita berdua tertidur sampai akhirnya kita bangun jam 21.30..................................

Siska mengecup halus bibir saya..........Andry, thanks a lot ...........saya benar-benar puas sama apa yang kamu berikan kepada saya, walaupun ini hanya sekali saja pernah terjadi dalam hidup saya............................

Tag: Tembang, Artis Populer, Majalah Online, Cerita Dewasa, Download Film, Film, Zone Artis Indonesia

Cerita Panas Petting Dengan Dr. Johny  

1 komentar

CERITA PANAS INDONESIA. Nama saya yanti sudah berkeluarga bekerja pada sebuah klinik Dr Johny yang juga sudah berkeluarga. Ia sangat baik dan sopan dan sangat tampan. tetapi kami menjaga jarak layaknya seperti seorang atasan dan bawahan. ia berpraktek mulai dari jam 1.00 sampai dengan jam 6.00 sore.Pasiennya cukup banyak,tapi sering kosong tidak ada pasien. Pada saat itu kami sering ngobrol tentang banyak hal, termasuk keluarga kami masing masing.Ia sangat menaruh Perhatian ke wajah saya ketika saya bercerita sebaliknya saya sangat sennang akan gayanya berbicara bibirnya senyumya sangat lembut, pipi dan janggutnya kebirubruan habis dicukur.

Pada suatu hari saya ada kemelut keluarga dan itu rupanya terlihat diwajah saya ,Ketika Dr bertanya meledaklah tangis saya sambil enceritakan bagaimana suami saya bermain dengan sahabat saya .Dokter dengn lembut memeluk saya dan menyabarkan hati saya, dihapusnay air  mataku dengan sapu tangannya diciumnya dahi dan pipiku "SHH Shh jangan menangis" lalu dikecupnya bibirku berkali kali dn entah siapa yang memulai ciuman mulut itu berubah menjadi ciuman yang nikmat dan panjang. Kejadian itu berlanjut beberapa saat sapai kami berdua sadar dan ia buru buruminta maaf, tatapisaya katakan tidak apa apa karena itu hanya ciuman sayang. Diam diam saya tidak dapat melupakan betapa nikmatnya bibirny, lidah nya nyaris masuk membelai bibirku yang menanti.Besoknya ketika masuk bekerja kami berciuman pipi, tapi setelah itu ia memandang bibirku dan ketika wajahnya mendekat saya tidak mengelak dan ciuman nikmat terulang kembali tapi kini lebih pasti lebih bebas dan lebih bernafsu.Lidahnya menyusup membuat gerakan nikmat aku membalas bergelut dengan lidahnya,kami baru lepas
ketika ada ketukan dipintu oleh seorang pasien. kami sama-sama tersenjum sambil membenahi rambut saya membuka pintu kamar praktek.Stelah itu tiap ada kesempatan kami saling menikmati ciuman yang basah dan penuh nafsu. Tetapi kami berjanji untuk tidak melamapaui batas sampai berbuat begitu.

Tetapi satu saat di sofa ditengah engahan nafsu: "yan....."
"eheh..." Aku tak tahan Yan " "Tapi kan engga boleh....."
"tapi ini udah keras liat deh..sambil memperlihatkan
tonjolan dicelananya.Saya memang ingin sekali meliat dr
punya "abis musti diapain?""Saya mau kamu kocok sampai airku keluar" ,Terlihat tangannya berbuat sesuatu dan dikeluarkanlah benda yang mencuat dari tubuhnya, Untuk pertamakali saya melihat laki laki punya selain dari punya suamiku. saya terangsang Kepalanja besar merah diujungnya ada setetes lendir sangat indah." Boleh saya pegang?" Ia hanya mengangguk. Jempol dan jariku dengan hati hati memegang ujung berlendir, dengan gerakan melingkar jariku membasahi keseluruh kepala sehingga terlihat mengkilap, batangnya makin mengeras dan ia melenguh kenikmatan.

Pada saat itu punyaku sudah basah berdenyut denyut .Tiba tiba ia menjingkap rokku dan tangannya menjelusup di memekku. Karena CD ku menghambat aku melorotkan dan kembali duduk disofa sambil membukapahaku supaya ia dapat melihat dengan jelas punyaku yang merekah merah dan mengkilap karena lendir.

Tanganku ditarik kebatangnya lalu diajarkan bagaimana mengocok naik turun batangnya yang keras tapi terasa hangat dan lembut ditangan.Jarinya dengan sangat ahli mengutak ngutik memeku dan jarinya bergerak masuk keluar dengan perasaan memmbuatku seperti sedang disetubuhi.

Pantatnya mulai maju mundur seirama dengan gerakan naik turun tanganku dan napasnya memmburu Kadang2 tangannya membantu tanganku untuk lebih mempercepat ritme yang mulai memuncak, Tiba tiba urat2nya menegang aduh ..aduh.. saya mau keluar yanty ah ah ah dan dibawah telapak tangan terasa batangnya bergerak dan Crut Crut crut Lendirnya menyembur membasahi celana dan tangan Yanthy."Sekarang giliran kamu" kami mulai berciuman .Aduh nikmatnyaa lidah nya dengansantai dan lincah menjelajahi rongga mulutku dan kadang kadang mengundang lidahku ku keluar dan
ia nmenangkap dan dihisap kemulutnya dan nikmatnya menjalar kebagian bawahku sampai lendirku terasa meleleh diantara pahaku.

Tiba tiba ia berhenti dan badannya melorot ke lantai dan mengankat kedua pahaku sehingga memekku terbuka tiada pengahalang didepan matanya ,aku lebih terangsang karena ia memandangi punyaku yang membengkak ingin diisi.
Tiba tiba mulutnya telah mencium memekku "aduh John kamu ngapain John diapain adu geli ah ah ah lidah kamu nakal....
Aduh nikmatnya apa yang dibuat dimulutku tadi sekarang dibuat di memekku.Lidahnya masuk keluar bibinya mengulum kelentitku membuat mataku terbalik bergetar mulutku menganga mendesah aduhhhhhhhh.TANGANKU MEMEGANG BAGIAN BELAKANG KEPALANYA MENEKAN KEMEMEKU ORGASME YANG NIKMAT SEKALI Kami berdua senang setidak tidaknya merasa tidak terlalu bersalah karena kami tidak sampai berbuat begitu tetapi hanya main main dengan mulut dan tangan.

Tag: Tembang, Artis Populer, Majalah Online, Cerita Dewasa, Download Film, Film, Zone Artis Indonesia

Cerita Panas Namaku Sonny  

1 komentar

CERITA PANAS INDONESIA. Namaku Sonny, dulu sewaktu masih SMP ada beberapa teman wanita yang naksir denganku, maklumlah waktu itu aku bintang kelas di SMP tersebut, di antara perempuan-perempuan tersebut adalah Rere, Vinvin (nama samaran) yang ada hubungannya dengan ceritaku ini.

Aku sekarang sudah bekerja di suatu perusahaan swasta di Jakarta yang kebetulan aku termasuk eksekutif muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku ada meeting di Surabaya dan kebetulan hari itu ulang tahun Rere (Rere termasuk wanita yang lumayan tingginya 170, branya 36 dan bodinya itu tuch yang semok alias seksi montok). Sehabis meeting, aku iseng menelepon Rere dan dia mengundangku datang ke rumahnya. Kemudian aku langsung saja cabut ke rumah Rere, eh nggak tahunya di situ ramai juga teman-temennya yang datang, termasuk Vinvin. Acara pesta tersebut berlangsung sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut Rere cerita kepadaku kalau minggu depan dia mau menikah terus Vinvin minggu depannya lagi, lalu Rere cerita masa-masa dia naksir aku terus sampai sekarang dia masih kangen berat. Maklumlah sudah 2 tahunan nggak jumpa. Kebetulan waktu itu komputer dia lagi ngadat. Nah kesempatan buatku untuk tinggal lebih lama. Langsung saja kucoba membetulkan PC-nya. Sementara di rumahnya tinggal Vinvin saja yang belum pulang dan orang tuanya juga nggak ada.

Pas sedang asyik mengutak-atik PC-nya, dia menungguku di sampingku dengan sekali-sekali melirikku, aku sendiri masih hati-hati mau menembak dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main serobot saja. Dari belakang Vinvin langsung memelukku dan meng-kiss pipiku (Vinvin nggak beda jauh sama Rere, bedanya mata Rere kebiru-biruan sedikit dan lebih hitam dari Vinvin). Punggungku terasa ada benda kental yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin membisikan kalau dia masih kepingin denganku, terus aku responin juga kalau aku kangen juga, terus kulumat saja bibirnya yang mungil kemerah-merahan itu. Vinvin langsung balas dengan penuh nafsu dan tetap memelukku dari belakang tapi tangannya sudah langsung menggerayangi penisku, dalam hati ini anak kepingin di embat nich. Aku lihat Rere disampingku bengong saja dan cemberut merasa kalah duluan. Terus Rere pergi sebentar, aku masa bodoh saja, kutarik si Vinvin ke pangkuanku dan bibirnya masih kulumat habis. Gila! nafsunya besar sekali! Setelah itu kualihkan dari bibir, kukecup terus ke bawah sambil tanganku meraba buah dadanya yang besar dan kenyal. Pas kukecup di belahan buah dadanya, Vinvin berteriak, "Sstt aahh" dan semakin kencang remasan tangannya yang sudah masuk ke CD-ku, kubuka saja bajunya terus branya sekalian. Kelihatan buah dadanya menggantung siap diremas habis. Dengan gemasnya kulumat habis buah dadanya sampai dia menggelinjang keenakan dan suara yang "sstt sstt aahh..." Setelah itu tanganku pindah ke CD-nya yang sudah basah, langsung saja kulepas roknya. Dia pun kelihatan bugil tapi masih pakai CD.

Terus Rere datang dengan membisikanku bahwa kalau mau meneruskan di dalam kamarnya saja. Tanpa pikir lama-lama, langsung saja kugendong Vinvin sambil buah dadanya terus kuhisap ke dalam kamar Rere. Terus aku telentangi Vinvin di tempat tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah pasrah menantang, langsung saja kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung saja kulepas celanaku sama CD-ku sampai aku bugil ria. Terdengar teriakan Rere kaget melihat penisku sepanjang 22 cm dan gede banget katanya sambil ngeloyor pergi meninggalkanku dan Vinvin. Aku tidak peduli lagi sama dia, langsung saja penisku aku arahkan ke vagina Vinvin, uhh seret banget, dan kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan berteriak, "Aakkhh eegghh..." Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan sambil tangannya meremas seprei. Rupanya dia masih Virgin sehingga seret sekali memasukannya. Baru kepalanya saja Vinvin sudah teriak. Aku tahan sebentar, terus tiba-tiba langsung saja kusodok lebih keras, Vinvin langsung saja teriak kencang sekali. Masa bodoh, aku teruskan saja sodokanku sampai mentok. Rasanya nikmat banget, penisku seperti diremas-remas dan hangat-hangat basah.

Sambil menarik napas, kulihat kalau Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi rupanya dia meringis menahan sakit, kebesaran barangkali yach? Setelah itu aku tarik penisku pelan-pelan dan kelihatan sekali vagina Vinvin ikut ketarik terus kepalanya geleng-geleng ke kiri dan ke kanan sama matanya terpejam-pejam keenakan sambil teriak, "Sstt aahh sshh egghh..." Sampai penisku tinggal kepalanya saja, langsung saja aku sodok lagi ke vaginanya sekeras-kerasnya, "Bleesshh..." Vinvin berteriak, "aahh.." Kira-kira 5 menitan vagina Vinvin terasa seret. Setelah itu vaginanya baru terasa licin hingga semakin nikmat buat disodok, semakin lama sodokanku semakin kupercepat sampai Vinvin kelihatan cuma bisa menahan saja. Rupanya Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri dan ke kanan sambil mengikuti gerakanku. Baru beberapa menit Vinvin sudah teriak nggak karuan, rupanya dia mau orgasme. Makin kupercepat gerakanku, akhirnya Vinvin berteriak kencang sekali sembari memelukku kencang-kencang, lama sekali Vinvin memelukku sampai akhirnya dia telentang lagi kecapaian tapi penisku masih menancap di vaginanya. Sekilas kulihat kalau Rere melihatku sambil menggigit jarinya, terus Rere mendekati kami berdua kemudian bertanya "Bagaimana tadi?" Aku senyum saja sambil penisku masih kutancapkan di vagina Vinvin, terus Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol kepadaku. Aku iseng, kupegang tangan Rere terus aku remas-remas. Tapi dia tetap diam saja. Setelah itu kutarik dia lalu kucium bibirnya yang ranum dan tubuhnya kutelentangi di atas perut Vinvin tapi penisku masih tetap menancap di vagina Vinvin, tidak ketinggalan kuremas-remas buah dada Rere sambil matanya terpejam menikmati lumatan bibirku dan remasan tanganku.

Sementara si Vinvin mencabut penisku lalu pergi ke kamar kecil dan jalannya sempoyongan seperti vaginanya ada yang mengganjal. Terus kubuka saja baju Rere sementara tangannya sudah merangkul tengkukku. Setelah itu kujilati saja buah dadanya sambil sekali-kali kuhisap sampai dia menggelinjang kegelian. Terus kuraba CD-nya. Rupanya sudah basah, nggak ambil peduli langsung saja kulepas seluruh celananya sampai Rere benar-benar bugil. Terus aku suruh Rere pegang penisku sampai muka dia kelihatan kemerahan. Rupanya dia belum pernah merasakan begituan. Setelah itu aku perbaiki posisinya biar nikmat buat menyodok vaginanya. Kemudian Rere bertanya kalau dia mau diapakan. Aku suruh Rere pegang penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia tercengang mendengar kataku, tapi dia tetap melakukan juga. Sambil matanya terpejam, Rere mulai menggesek penisku kevaginanya, pas menyentuh vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil mendesah-desah, "Aahh...", sementara aku sibuk meremas-remas sambil menjilati buah dadanya yang semakin lama semakin mengeras dan kelihatan puting buah dadanya semakin munjung keatas.

Pelan-pelan kudorong pantatku sampai penisku menempel lebih kencang di mulut vaginanya. Rere diam saja malah semakin keras rintihannya, eh nggak tahunya Vinvin tiba-tiba saja mendorong pantatku sekeras-kerasnya secara langsung penisku kedorong masuk kedalam vagina Rere sedangkan Rere menjerit keras, "aakkh sakit Sonny, apa-apaan kamu", sambil badan Rere menggeliat-geliat kesakitan sementara tangannya menahan pinggulku. Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau sakitnya hanya sebentar saja, terus Vinvin malah mendorong lebih keras lagi sambil menarik tangan Rere biar tidak menahan gerakan pinggulku. Rere kelihatan menahan sakit sambil menggigit bibirnya. Sampai akhirnya masuk semua penisku. Rere kelihatan mulai mengatur nafasnya yang tersengal-sengal selama menahan tadi. Aku biarkan dulu beberapa menit sambil mencumbu Rere biar dia tambah naik sementara Vinvin yang masih bugil tadi melihat saja di samping tempat tidur sambil tertawa centil. Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik lagi, malah semakin menggebu saja. Mulai kutarik penisku pelan-pelan terus kusodok lalu masuk agak kencangan sedikit, seret sekali. Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin mengintip lewat jendela kamar lalu pakai bajunya yang panjang sampai lutut terus Vinvin ngeloyor pergi sambil ngomong, "Nyantai saja, terusin biar aku yang nemuin", tahu gitu aku teruskan saja kegiatanku yang sempat terhenti, aku lihat Rere masih nyengir sambil kepalanya geleng kekiri dan kekanan terus pinggulnya digerakan pula mengikuti irama gerakanku. Rupanya vaginanya cepat basah dan mampu menelan penisku sampai penuh.

Sementara tanganku sibuk meremas buah dada Rere, aku terus menggenjotnya semakin cepat sampai dia mendesah-desah lebih keras terus tangannya meraba-raba punggungku lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas pantatku sambil memelukku dan berteriak "aagghh", kencang sekali hingga gerakanku tertahan dan terasa ada cairan hangat keluar dari vaginanya hingga menambah rasa nikmat. Rupanya dia orgasme beruntun, setelah pelukan dia mulai kendor. Aku teruskan lagi genjotanku pelan-pelan sambil mulai mencumbu dia biar naik lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi terus aku ambil posisi lebih tegak sambil tanganku pegang pinggulnya dan tangannya memuntir-muntir putingku sambil tersenyum manis. Makin lama gerakanku semakin kupercepat sodokanku, waktu kudorong ke vaginanya aku keras-kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai memejamkan matanya dan kepalanya geleng-geleng ke kiri dan ke kanan mengikuti irama genjotanku. Aku sendiri rupanya sudah mau orgasme, maka aku genjot lebih kencang lagi sampai vaginanya bunyi kencang banget, nggak lama aku mau keluar kutarik penisku biar ejakulasi di luar. Dia malah menahan pantatku biar nggak ditarik ke luar langsung saja kudorong lagi sembari kupeluk dia erat-erat sambil teriak, "Aargghh.. eegghh..", kemudian Rere juga teriak lama sekali, aku ejakulasi di dalam vagina Rere sampai Rere gelagapan nggak bisa napas, kira-kira semenitan aku dekap Rere erat-erat sampai aku kehabisan tenaga, terus kucabut penisku dan kelihatan maniku sampai keluar dari vaginanya bareng darah perawannya yang sobek karena kerasnya serobotan penisku dibantu dorongan Vinvin yang keras dan tiba-tiba tadi.

Sementara itu Vinvin kedengarannya ngobrol sama seorang cewek, rupanya teman Rere itu ketinggalan dompet terus kebetulan Vinvin juga kenal sama dia, nggak lama kemudian Vinvin masuk ke kamar terus menanyakan aku, "Mau kenalan nggak sama temanku?" aku jawab, "Masa aku bugil begini mau dikenalin", "Cuek saja, lagian tadi aku sama dia sudah ngintip lu waktu sama Rere tadi", aku bengong saja terus Vinvin membisikan sesuatu ke Rere terus Rere mengangguk sambil tertawa cekikikan terus Rere membisikan kepadaku supaya aku nanti menurut saja, katanya asyik sich. Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai selimut menemui temannya tadi terus diajak masuk sebentar ke kamar Rere sambil matanya ditutup pakai T-shirt Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat ke aku biar diam saja sambil menuntun Christ (nama temannya tadi) supaya rebahan dulu di tempat tidur. Tentu saja Christ bertanya kalau ada apa ini. Lalu Vinvin bilang kalau entar pasti nikmat dan nikmati saja. Christ mengangguk saja lalu Vinvin menyuruh Rere pegang tangan Christ yang diangkat di atas kepalanya dan Vinvin meraba-raba sekujur badan Christ di dalam bajunya, tentu saja Christ teriak kegelian sampai akhirnya mendesah-desah keasyikan lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di atas paha Christ beralih ke samping sambil kasih kode ke aku biar aku duduk menggantikan dia sambil tangan Vinvin dimasukan ke dalam bra punya Christ, aku menurut saja sambil mulai mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh seksi Christ, sementara Christ kaget dan mulai meronta-ronta nggak mau diteruskan, aku yang sudah tanggung begitu langsung saja turun lalu menarik kaki Christ supaya posisi pantatnya pas di sudut tempat tidur kelihatan Rere mengikuti dan tetap memegang tangan Christ yang sudah mulai meronta dan berteriak-teriak "Jangan", lalu Vinvin menutup mulut Christ dan melumat bibirnya sembari kasih kode ke aku biar diteruskan saja, langsung kubuka ritsluiting celananya dan kelihatan pahanya yang putih dan bentuk kakinya yang seksi membuat aku cepat naik, waktu aku mau peloroti CD-nya, Christ malah meronta-ronta sambil kakinya menendang-nendang hingga aku kesulitan. Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu CD-nya aku tarik paksa sampai di bawah lututnya terus aku berdiri sedikit buat melepas CD-nya tadi habis itu aku kangkangi pahanya sembari aku arahkan penisku yang sudah tegang berat ke vagina Christ yang ada di sudut tempat tidur itu.

Setelah kepala penisku menyentuh mulut vaginanya, aku pegangi pinggulnya biar Christ agak diam nggak meronta-ronta supaya aku bisa menyodok dengan mantap, gerakan pinggul Christ sudah dapat aku tahan lalu aku cepat-cepat menyodok penisku sekeras-kerasnya ke vaginanya, sesaat kelihatan gerakan Christ yang berontak tertahan selama aku dorong masuk penisku tadi sampai mentok, seret banget dan masih agak licin, aku lihat Vinvin masih melumat bibir Christ sementara Rere melihat penisku yang sudah menancap 3/4 saja di vagina Christ tadi, setelah aku diamkan beberapa saat, aku tarik lagi penisku lalu kudorong masuk lagi sementara Christ kembali meronta-ronta menambah nikmatnya goyangan liarnya, lama-lama Christ mulai melemah rontanya dan mulai kedengaran desahan Christ, nggak tahunya Vinvin sudah nggak melumat bibirnya tadi. Mendengar desahan dan rintihannya itu bikin aku semakin ganas, tanganku mulai meraba ke atas dibalik T-shirtnya sampai menyentuh buah dadanya yang masih terbungkus bra. Lalu aku singkap bajunya ke atas terus Vinvin membantu membukakan bra Christ tadi sementara Rere sudah melepaskan pegangan tangannya dan Rere mengambil guling lalu memeluk guling itu sambil menggigit bibirnya sambil terus melihatku yang lagi "ngerjain" Christ dengan ganas, lalu Vinvin ke kamar mandi sementara aku semakin percepat gerakanku yang semakin keras sambil kuremas-remas dan kujilati puting buah dadanya yang sudah merah merona serta desahan dan rintihan Christ yang menambah nafsuku.

Rupanya rontaan Christ yang liar membuatku semakin cepat keluar, baru 5 menitan aku sudah nggak tahan lagi, aku dorong keras-keras sambil kupeluk Christ sekencang-kencangnya sampai Christ nggak bisa nafas tapi masih tetap menggoyang pinggulnya, aku ejakulasi 30 detik lamanya kemudian Christ gantian mendekapku sambil menggigit telingaku sembari melenguh menahan kenikmatan yang baru dia rasakan, sementara penisku yang masih di dalam vagina Christ terasa hangat karena cairan yang keluar dari vaginanya tadi. Christ orgasme sampai 15 detik lalu aku terkulai lemas di samping tubuh Christ lalu Vinvin kembali ke tempat tidur lagi dan kami berempat pun terdiam tanpa ada yang berbicara sampai tertidur semuanya.

Tag: Tembang, Artis Populer, Majalah Online, Cerita Dewasa, Download Film, Film, Zone Artis Indonesia

Cerita Panas Sebuah persahabatan  

0 komentar

CERITA PANAS INDONESIA. Sejak aku melakukan hubungan sexual yang pertama kali dengan Oom Pram, bapak kostku, aku tidak yakin apakah selaput daraku sobek atau tidak. Karena pada saat itu aku tidak merasakan sakit dan tidak mengeluarkan darah. Yang jelas sejak saat itu sex menjadi kebutuhan biologisku. Repotnya aku tidak dapat memenuhi kebutuhan biologisku ini kepada pacarku yang sebangku kuliah, dia sangat alim dan selalu membatasi diri dalam berpacaran.

Akhirnya aku semakin terjerat dengan bapak kostku yang mempunyai perbedaan umur 25 tahun (dia berumur 46 tahun). Kami melakukan selalu pada siang hari, yaitu pada saat istrinya sedang berada di kantor, dan semua teman kostku sedang kuliah. Sudah enam bulan berlalu, tanpa satu orang pun yang tahu, hanya barangkali pembantu rumah tangga yang mencium sesuatu diantara kami berdua.

Oom Pram pandai memainkan sandiwara dalam pergaulan sehari-hari di rumah. Dia memperlakukanku secara wajar, dihadapan rekan kostku yang lain maupun dihadapan istrinya. Jika tidak ada kuliah dan rumah kosong (kecuali pembantu), aku hampir selalu memuaskan hasratku. Dan untuk keamanan, aku selalu mempunyai stock kondom di lemariku yang selalu terkunci (walaupun pembelian kondom ini selalu menjadi masalah tersendiri bagiku, karena aku masih malu untuk membeli alat kontrasepsi tersebut).

Nani (bukan nama sebenarnya) adalah teman karibku yang tinggal sekamar denganku yang saat ini entah berada dimana, karena sejak kami lulus sarjana 15 tahun yang lalu, kami tidak pernah berhubungan lagi, dan mudah mudahan membaca cerita ini sekaligus sebagai nostalgia bersama.

Pada suatu hari Nani pulang dari kuliah. Seperti biasanya tanpa ketuk pintu dia langsung masuk ke kamar. Ketika itu aku terbangun dari tidurku. Nani langsung mencopot sepatu dan mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan t-shirt yang ketat. Dia memang tampak sexy dengan pakaian itu, buah dadanya tampak membusung, ditambah wajahnya yang cantik, aku yakin banyak pria yang menyukainya.

Dia tiba-tiba mengambil sesuatu dari pinggir bantal yang kupakai, aku terkesiap ketika mataku melirik barang yang baru diambilnya. Jantungku hampir copot rasanya.
"Lin, ini punya siapa..?" matanya melotot, mulutnya terbuka penuh kekagetan.
Aku tidak dapat menjawab, aku masih mencoba menenangkan hatiku. Di ujung jarinya masih dipegangnya kondom bekas pakai yang ujungnya masih berisi cairan putih.

Memang ini kecerobohanku, biasanya sehabis melakukannya selalu kubungkus tissu dan kusimpan di tas atau lemari. Tapi kali ini aku ketiduran sehingga lupa mengamankan benda berharga itu.
"Dengan pacarmu..?"
Aku hampir mengangguk, tetapi mulutku berbicara lain, "Oom Pram.." jawabku pendek.
"Oh.., hebat sekali kamu, ceritain dong, aku pikir kamu alim, sungguh mati aku nggak nyangka kalau kamu juga udah pinter. Kamu curang, aku selalu jujur dan cerita apa adanya sama kamu. Eh nggak taunya pengalamanmu lebih hebat dariku." Nani terus menerocos sambil merebahkan tubuhnya di sampingku.

"Sudah berapa kali kamu sama Oom Pram..?"
Aku memaklumi protes dan rasa penasarannya, karena Nani selama ini selalu terbuka denganku. Dia selalu menceritakan hubungaan sex-nya dengan pacarnya sedetil-detilnya , dari ukuran penis sampai posisi pada saat melakukannya. Sedangkan aku sama sekali tidak pernah menceritakannya karena rasa malu, karena kulakukan justru tidak dengan pacarku tetapi dengan laki-laki yang seumur dengan pamanku.

Sejak saat itulah aku mulai menceritakan aktifitas sexual kami kepadanya, aku ceritakan bagaimana pengalaman pertamaku yang tanpa rasa sakit dan tanpa darah, bagaimana Oom Pram mengajariku dan membimbingku dengan penuh kesabaran . Dan kuceritakan pula bagaimana induk semangku itu begitu perkasanya di atas ranjang, bahkan beberapa kali aku mengalami orgasme lebih dari satu kali. Pernah suatu kali aku ceritakan pengalaman yang tidak kulupakan hingga sekarang (kini aku sudah mempunyai dua orang anak yang sudah besar-besar), yaitu ketika kami hanya berdua, aku dan Oom Pram bercinta di atas sofa ruang tamu. Sungguh pengalaman yang fantastis.

Dia duduk bersandar ke sofa, sedangkan aku dalam posisi duduk atau lebih tepatnya jongkok di pangkuannya menghadap ke arahnya, kelamin kami menjadi satu, saling mengisi, saling menggesek dan menekan, menjepit dan menggoyang. Dan hubungan intim kami akhiri dengan rintihan panjangku di pojok karpet di bawah meja tamu. Sungguh pengalaman yang sangat hebat. Sampai kini pun aku selalu mengkhayalkannya dan mengimpikannya.

Hingga suatu saat Nani mengusulkan seuatu yang membuatku termenung. Memang pada awalnya usulannya masih bersifat gurauan, tetapi akhir-akhir ini ia semakin mendesakkan kemauannya. Bahkan sambil bergurau ia mengancam akan membeberkan kisahku ini ke pacarku. Aku butuh waktu seminggu untuk menimbangnya, aku belum rela untuk berbagi cinta dengan kawanku ini, tetapi lama-lama aku tergelitik, apalagi Nani selalu membujuk dan mengkhayalkan keindahannya bagaimana kalau kami melakukan hubungan sex bertiga. Dan akhirnya aku pun menyetujuinya.

Seperti yang sudah kuduga sebelumnya, Oom Pram tidak keberatan dengan gagasan ini. Dan dipilihnya waktu yang paling tepat, yaitu ketika istrinya sedang mengunjungi orang tuanya di Jawa Tengah. Dan tempat yang telah disepakati adalah di kamar tidurnya bukan di kamarku. Kamarnya ada di rumah induk, sedang kamarku ada di Paviliun yang memang disediakan untuk indekost.

Sekitar jam sembilan malam, ketika teman kost lain sudah masuk kamar masing-masing. Aku pun masuk ke kamar Oom Pram tanpa satu orang pun yang melihat. Oom Pram yang sudah menunggu sambil nonton TV di kamar menyambutku dengan dekapan dan ciuman yang hangat. Kuedarkan mataku keliling kamar, sebuah kamar yang luas, indah dan mengagumkan, kamar yang tidak kalah dengan sweet room di hotel berbintang lima. Inilah pertama kali aku melihat kamarnya, diam-diam kukagumi taste istrinya dalam menata kamar yang begitu indah dan mengagumkan.

Tidak berapa lama kemudian Nani datang menyusul, terlihat kecanggungannya, hilang sifat lincahnya. Kubimbing dia ke arah Oom Pram. Oom Pram memeluk Nani dan mencium pipinya. Kecanggungan dicairkan oleh Oom Pram dengan obrolan ringan dan gurauan kecil. Karena kulihat baik Oom Pram maupun Nani masih sungkan untuk melakukannya, maka aku pun berinisiatif untuk memulainya.

Kubimbing Oom Pram ke tempat tidurnya yang sangat luas, kucumbu dan kucium dia. Kami berciuman, saling mengelus cukup lama dan birahiku mulai naik ketika tangannya meremas dengan lembut buah dadaku. Kulihat Nani masih duduk pasif di ujung tempat tidur memperhatikan kami. Kulepas pelukanku dan kutarik tangan Nani ke arah kami, dan ia segera masuk ke dalam rengkuhan Oom Pram.

Walaupun birahiku sudah mulai bangkit, tetapi kugeser posisiku untuk memberi kesempatan pada Nani menikmati ciuman dan belaian Oom Pram. Nani terlihat sangat bernafsu, apalagi ketika buah dadanya yang sexy diremas-remas oleh Oom Pram. Tubuhnya menindih tubuh Oom Pram dengan posisi miring memberi kesempatan buah dada kirinya untuk diremas, dua belah pahanya menjepit paha kanan Oom Pram, bahkan dari gerakan pinggulnya aku yakin Nani sedang menggesekkan selangkangannya di paha Oom Pram.

Kuhampiri Nani, kubuka resleting di punggungnya, ia menghentikan kegiatannya untuk memberikan kesempatan aku melepas pakaiannya, dan dalam sekejab dia sudah telanjang bulat, seperti diriku dia juga tidak mengenakan BH maupun CD. Tubuhnya memang indah dan aku selalu mengagumi tubuhnya itu, karena sebagai teman sekamar, aku sudah terbiasa melihat kepolosannya itu. Hanya ada satu hal yang belum pernah kulihat, yaitu bibir bawahnya tampak sedikit membengkak dan warna kemerahan membayang di balik rambut kemaluan yang tidak terlalu lebat.

Oom Pram segera meraih kedua buah dadanya untuk mencium sekaligus meremasnya, Nani tampak menikmatinya dan membiarkan seluruh tubuhnya dinikmati oleh Oom Pram. Tangannya kulihat mulai mengelus pangkal paha Oom Pram yang masih terbungkus piyama. Aku sebenarnya sangat terangsang dengan adegan itu, apalagi ketika mereka berdua sudah tanpa busana, dan percintaan mereka makin seru dimana dalam posisi tidur telentang di tengah tempat tidur yang harum dan mewah. Oom Pram mempermainkan kelamin Nani dengan lidah dan bibirnya, sedangkan Nani setengah jongkok di kepala Oom Pram merintih-rintih keenakan sambil menunduk melihat kemaluannya yang sudah makin membengkak.

Kulepas pakaianku, kurasakan buah dadaku sudah mengeras dan vaginaku sudah terasa basah. Kudekati penis Oom Pram yang tegak berdiri dengan kepala yang mengkilat, dikelilingi oleh otot yang kebiru-biruan, sebuah pemandangan yang bagiku sangat indah. Kugenggam batang penisnya, kadang kukecup ujung penisnya. Tidak seperti biasanya, kali ini aku tidak berani memainkannya seperti yang disukainya. Aku tidak menelusuri otot batangnya dengan lidahku, tidak pula menyedot seperti menyedot es lilin ketika aku masih kanak-kanak. Karena aku sadar, bahwa perjalanan masih panjang. Kali ini dia akan bercinta dengan dua orang wanita muda yang sedang haus-hausnya. Aku takut dia akan "selesai" sebelum waktunya.

Ketika Nani mengerang makin keras, dan gerak pinggulnya terlihat makin tidak terkendali, Oom Pram segera mengakhiri permainan. Dia bangkit dan membimbing Nani untuk rebah di sampingnya berbantal lengan kirinya. Direngkuhnya aku, sambil mencium bibirku tangan kanannya merangkulku dan mengelus pungggungku. Kunikmati permainan lidahnya, kadang lidahnya menjalar dalam mulutku, kadang lidah kami saling beradu. Kubiarkan tangan Nani ketika dari posisinya dia mejulurkan tangan untuk ikut meremas buah dadaku, karena menambah kenikmatan yang kurasakan. Bahkan ketika dia bangkit dan jarinya menyibak bukit kemaluanku yang sudah basah, aku malah merentangkan kedua belah pahaku lebar-lebar. Aku sama sekali tidak merasa risih, bahkan sebenarnya aku ingin dia melakukan lebih dari mengelus klitorisku. Aku ingin bibir Nani yang sensual itulah yang melakukannya. Tapi itu tidak dilakukannya.

Oom Pram bangkit dari posisi tidurnya, dari gerak dan sikapnya aku segera tahu bahwa dia sudah akan menyudahi pemanasan yang bagi kami terasa sangat lama dan menyenangkan, walaupun sebenarnya Nani sudah memintanya sejak tadi. Aku memberi kesempatan Nani untuk melakukannya terlebih dahulu, ia sudah dalam posisi telentang dengan kaki yang ditekuk dan kedua belah paha terbuka lebar, sehingga dua bukit kemaluannya terbelah dengan menampakkan semburat magma merah dari celahnya. Sebuah pemandangan yang sangat indah, sebuah tubuh putih yang mengkilat karena keringat, buah dadanya yang padat pinggang yang ramping. Mata Nani memandang sayu ke arah Oom Pram yang sudah berada di depannya siap melakukan tugasnya.

Oom Pram masih menjelajahi tubuh indah itu dengan matanya sambil tangan mengelus paha Nia, tubuhnya masih kelihatan kokoh. Aku tak pernah bosan memandang, entah sudah berapa kali aku menjamah dan menikmati tubuh lelaki itu. Aku lah yang tak sabar melihat adegan sejoli ini berlama-lama, kuraih penisnya dan kutuntun ke arah lubang kawah yang merah menyala. Nani sedikit mendongakkan kepala ketika ujung kemaluan Oom Pram mulai masuk ke vaginanya, mulutnya mendesis lembut. Jika sedang bercinta denganku, Oom Pram selalu memulai dengan tidak memasukkan penuh, tetapi hanya kepalanya saja, kemudian menancapkan berkali-kali ke arah atas di belakang klitoris, memutar dan menggoyangnya.

Demikian juga yang dilakukan kepada Nani, kocokan ringan itu membuat Nani makin mendesis-desis, disertai sapuan lidah di bibirnya sendiri. Lututnya terlihat bergerak membuka dan menutup kadang-kadang pinggulnya diangkat mencoba menenggelamkan batang yang mempesona itu, tetapi selalu gagal. Aku tidak dapat menahan diri, tanganku kuremaskan ke buah dada Nina yang bergoncang lembut, bahkan lama-lama jari tanganku mengelus-elus klitoris Nani yang tidak lagi mendesis tetapi sudah merintih-rintih.
"Oom... masukkan yang dalam.., sampai habis..!" ia menghiba sambil tangannya menekan pantat Oom Pram.
Dan dia merintih panjang ketika penis Oom Pram menancap makin dalam sampai ke pangkalnya.

Kulihat di depan mataku sepasang manusia sedang malakukan persetubuhan, sang wanita sambil mendekap pasangannya, mulutnya merintih dan mendesis. Sang lelaki dengan tubuh yang berkeringat mengayunkan pinggulnya ke atas ke bawah, kadang desis kenikmatan juga terdengar dari mulutnya. Sesekali sang lelaki dengan mata penuh nikmat menatap kosong kepadaku. Aku mundur ketika Nani mulai liar, kakinya mendekap tubuh Oom Pram dengan kencang, pinggul diangkat ke atas seakan ingin menyatu dengan lawan mainnya, dagunya mendongak disertai lenguhan panjang, "Aaahhh..."

Detik-detik indah Nani telah lewat, beberapa saat Oom Pram masih menindih di atas tubuhnya, dibelainya rambutnya dan dicium lembut bibirnya. Sebenarnya pada saat yang sama vaginaku sudah berkedut nikmat, aku sangat terangsang penuh birahi, tapi aku masih harus besabar beberapa menit untuk memberi kesempatan Oom Pram mengambil nafas. Walaupun aku tahu pasti bahwa dia belum berejakulasi.

Aku segera turun dari tempat tidur, kuambil tissue dan kondomku, kubersihkan dengan hati-hati penisnya yang basah kuyup oleh lendir Nani. Kusarungkan kondom berwarna merah jambu di kemaluannya. Beda dengan Nani yang tidak menyukai memakai alat itu, dia lebih menyukai pil KB yang diminumnya secara rutin, karena hubungannya dengan pacarnya.

Kulihat Oom Pram sambil telentang memperhatikan apa yang sedang kulakukan, mulutnya medesis penuh nikmat ketika penis yang sudah bersarung itu kukulum dan kusedot. Dalam nafsuku yang puncak itu, aku merasakan tidak perlu lagi pemanasan, aku segera memposisikan diri jongkok di atasnya, kamaluan kami sudah berhadapan nyaris menyentuh. Aku masih sempat bermain di luar sebentar, sebelum semuanya kumasukkan sampai ke dasar dinding rahimku. Kurebahkan tubuhku di atas tubuhnya, kuhisap mulutnya.

Kukerutkan otot-otot di dalam vagina untuk mencengkeram penisnya. Bersamaan dengan itu kuputar pinggulku sambil kutarik ke atas sampai ke leher kemaluannya. Kemudian dengan cara yang sama kulakukan dengan arah ke bawah, dan kulakukan berulang-ulang. Ia mengelus dan meremas bokongku, pinggulnya menyodok vaginaku dari bawah dengan irama yang sudah sangat harmonis. Posisi ini adalah posisi favoritku (hingga kini). Buah dadaku terhimpit di dadanya, perutku menggeser-geser perutnya dan desis kenikmatan kami semakin menyatu.

Kurasakan gesekan otot dan kulit penisnya di dalam vaginaku, rasanya enak sekali, kepala penisnya yang besar yang menyodok-nyodok dinding rahimku makin menambah kenikmatan yang kualami. Bagian dalam vaginaku berkedut makin dalam. Aku melenguh panjang, kutepuk pundaknya dan ia segera mengerti untuk menghentikan kocokannya. Sementara aku juga menghentikan gerakanku dan meikmati kedutan yang merambah jaringan kemaluanku. Aku mengalami orgasme ringan, aku tidak ingin permainan cepat selesai, baru lima belas menit kami bersetubuh, biasanya aku tahan lama sekali. Mungkin karena aku menonton dan terlalu meresapi permainan Nani tadi.

Aku masih menumpuk di atas tubuh Oom Pram, kemaluannya masih terjepit dalam sekali di dalam kelaminku yang masih menjalar rasa nikmat.
"Oom.., enak sekali. Aku pengen lama. Lamaaaa sekali..!" kucium pipinya dan kudekap tubuhnya.

Dan ketika dia mulai mengocokku dengan ringan dari bawah, segera kutepuk kembali pundaknya, "Aaaah, jangan dulu Oom.., Lani belum turun.."
Kurebahkan kepalaku di samping kepalanya, kudekap tubuhnya yang kekar, kuluruskan kakiku sehingga paha kami saling menempel, dengan posisi ini aku merasa menjadi satu dengannya. Kemaluannya masih tetap di dalam tubuhku.

Wajahku berhadapan dengan wajah Nani yang sejak tadi menonton pertunjukan kami, tangan kirinya meremas-remas buah dadanya sendiri, sedangakan tangan kanannya menggosok-gosok klitorisnya. Nani sudah mulai bangkit lagi nafsunya, wajahnya menampakkan kenikmatan mansturbasinya. Menit berikutnya Oom Pram sudah menggulingkan tubuhku ke samping tanpa melepaskan kesatuan kami. Dan dalam sekejap tubuh yang mengkilat oleh keringat sudah dihadapanku dengan posisi push up, kedua tangannya berada di samping tubuhku, kedua kaki lurus dan merapat. Penisnya sangat besar dan keras masih terasa menekan dalam lubang kenikmatanku.

Kulipat kakiku dan kubuka lebar-lebar pahaku, karena aku tahu bahwa Oom Pram akan segera mengaduk-aduk isi kelaminku dengan alatnya itu. Aku sudah siap untuk dipuasinya, dan aku pun siap untuk memberikan peyananku. Dia mulai menarik pelan-pelan penisnya, kuimbangi dengan remasan otot vagina, kurasakan nyeri kenikmatan dari bawah tulang kemaluanku. Aaahhh.., aku mulai mendesis, kuputar pinggulku, dan kuremas-remaskan dan kusedot habis kemaluannya, aku merintih tidak tahan, Oom Pram mendesis.

Aku dipompa dengan putaran ke kanan kadang ke kiri, kadang diulir kadang ditancap lurus ke bawah. Rasa geli dan desiran nikmat makin merambat di seluruh kemaluanku. Kakiku sudah terangkat tinggi menggapit pinggangnya, pinggulku selalu melekat erat dengan pinggulnya. Pangkal kemaluan kami saling melekat, klitorisku bergetar hebat. Oom Pram mendekapku erat, diciumnya bibirku, nafasnya sudah memburu, kocokan penisnya menghujam dengan kencang dan dalam, bersamaan dengan itu kedutan dahsat dalam lubang kemaluanku. Dia telah memancarkan spermanya.

Bersamaan dengan itu kulepas pula keteganganku. Kutahan jeritan kenikmatanku.
"Oom Pram.., oh..."
Aku tergolek lemah di samping Nani yang sedang menuju klimaks dalam mansturbasinya. Malam yang indah yang sampai kini pun aku sering melamunkannya. Sobatku jika kau membaca ini kau pasti tahu bahwa ini aku sobatmu yang dulu, apakah kau masih merindukan Oom kita..? Aku pun begitu.

Tag: Tembang, Artis Populer, Majalah Online, Cerita Dewasa, Download Film, Film, Zone Artis Indonesia